Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Trump: Jika Bukan karena Saya, Israel Sudah Tak Ada saat Ini
Advertisement . Scroll to see content

Adik Kim Jong Un: Program Nuklir Korea Utara Tak Bisa Dinegosiasikan!

Minggu, 07 Juni 2026 - 09:27:00 WIB
Adik Kim Jong Un: Program Nuklir Korea Utara Tak Bisa Dinegosiasikan!
Kim Yo Jong menegaskan program nuklir Korea Utara tak untuk dinegosiasikan (Foto: KCNA)
Advertisement . Scroll to see content

SEOUL, iNews.id - Korea Utara (Korut) tidak akan melepaskan program senjata nuklirnya, apa pun yang terjadi. Bahkan pemimpin Korut Kim Jong Un baru-baru ini memerintahkan jajarannya untuk menambah material senjata nuklir secara eksponensial atau berliupat ganda.

Kim Yo Jong, adik perempuan Kim Jong Un, mempertegas kembali program nuklir Korut sama sekali tidak dapat dinegosiasikan.

Pernyataan itu disampaikan Kim Yo Jong, Minggu (7/6/2026), menjelang kunjungan Presiden China Xi Jinping yang berlangsung pada 8 dan 9 Juni.

"Status kami sebagai kekuatan nuklir sama sekali tidak bisa dinegosiasikan," kata Kim Yo Jong, dalam pernyataan yang diterbitkan surat kabar Rodong Sinmun.

Dia bahkan menegaskan lagi, Korut tidak akan menoleransi ancaman apa pun.

Korut, terutama di bawah pemerintahan Kim Jong Un, berkali-kali menegaskan haknya untuk memiliki senjata nuklir dan program rudal balistik, meski dilarang berdasarkan sanksi Dewan Keamanan PBB. 

Seolah melawan, Korut bahkan mengabadikan status nuklir mereka dalam Undang-Undang Dasar pada 2023.

Negara tersebut juga menegaskan diri sebagai kekuatan nuklir yang tidak bisa diubah setelah pertemuan Kim Jong Un dengan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump pada 2019 gagal mencapai kesepakatan denuklirisasi.

Sementara itu kunjungan Xi merupakan momen penting bagi Korut untuk melegitimasi program-programnya.

China merupakan sumber dukungan ekonomi maupun politik yang vital bagi Korut, di saat negara itu mengalami isolasi secara global serta menghadapi sanksi internasional yang berat.

Kunjungan Xi akan menjadi yang pertama dalam 7 tahun. Xi berkunjung ke Pyongyang setelah di menerima kunjungan Presiden AS Donald Trump dan Presiden Rusia Vladimir Putin di Beijing bulan lalu.

Editor: Anton Suhartono

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut