Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Menteri Radikal Israel Ben Gvir Batal ke AS, Dipersulit Dapat Visa?
Advertisement . Scroll to see content

Acuhkan Trump, Israel Tolak Tinggalkan Lebanon meski AS-Iran Berdamai

Rabu, 17 Juni 2026 - 13:21:00 WIB
Acuhkan Trump, Israel Tolak Tinggalkan Lebanon meski AS-Iran Berdamai
Militer Israel tak akan angkat kaki dari wilayah Lebanon meski Amerika Serikat dan Iran menandatangani kesepakatan damai (Foto: AP)
Advertisement . Scroll to see content

TEL AVIV, iNews.id - Militer Israel tak akan angkat kaki dari wilayah pendudukan di Lebanon meskipun Amerika Serikat (AS) dan Iran menandatangani kesepakatan damai. Seperti dilaporkan, Lebanon masuk dalam nota kesepahaman (MoU) perjanjian damai AS-Iran sehingga Israel harus menghentikan serangannya.

Selain itu Presiden AS Donald Trump berulang kali mengingatkan Israel untuk menghentikan serangan terhadap Lebanon sehingga tak akan mengganggu kesepakatan damai dengan Iran.

Stasiun televisi KAN, mengutip keterangan sumber pejabat keamanan Israel, melaporkan Pasukan Pertahanan Israel (IDF) mempersiapkan kehadiran jangka panjang di wilayah Lebanon.

"(Militer) Siap untuk tetap berada di Lebanon dalam jangka waktu panjang jika diperintahkan oleh kepemimpinan politik Israel," demikian laporan KAN, dikutip Rabu (17/6/2026).

Sumber-sumber tersebut menambahkan, militer siap menghadapi semua skenario di Lebanon, bahkan setelah penandatanganan MoU perjanjian damai AS-Iran dilakukan pada Jumat (19/6/2026).

Serangan Israel di Lebanon Selatan masih berlanjut, yang dibalas oleh kelompok Hizbullah dengan tembakan ke arah Israel Utara.

Laporan KAN itu keluar beberapa jam setelah Presiden Lebanon Joseph Aoun mengatakan MoU perjanjian damai AS-Iran mencakup komitmen untuk menghentikan eskalasi militer di seluruh wilayah, termasuk Lebanon.

Menteri Luar Negeri (Menlu) Iran Abbas Araghchi pada Selasa kemarin mengatakan, penghentian perang di Lebanon merupakan bagian integral dari perjanjian damai dengan AS yang juga mencakup penarikan pasukan Israel dari wilayah Lebanon.

Israel melancarkan serangan ke Lebanon sejak 2 Maret, menewaskan lebih dari 3.000 orang serta menyebabkan 1 juta lebih lainnya mengungsi.

Israel menduduki wilayah Lebanon Selatan beberapa kali dalam beberapa dekade terakhir, termasuk dalam perang pada 2023-2024. Agresi Israel sejak 2 Maret lebih parah, pasukan Zionis masuk lebih dalam ke Lebanon, 10 km dari perbatasan kedua negara.

Editor: Anton Suhartono

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut