Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Trump Habis Kesabaran, Menlu Iran: AS Tak Serius Negosiasi
Advertisement . Scroll to see content

6 Poin Hasil Pertemuan Trump dengan Xi Jinping, dari Perdagangan hingga Nuklir Iran

Jumat, 15 Mei 2026 - 13:27:00 WIB
6 Poin Hasil Pertemuan Trump dengan Xi Jinping, dari Perdagangan hingga Nuklir Iran
Donald Trump dan China Xi Jinping membahas sejumlah isu dalam pertemuan tertutup di Beijing. China, Kamis (14/5) (Foto: Pool via AP)
Advertisement . Scroll to see content

BEIJING, iNews.id - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dan mitranya dari China, China Xi Jinping, membahas sejumlah isu penting dalam pertemuan tertutup mereka di Beijing, Kamis (14/5/2026). Mulai dari isu ekonomi, konflik Iran, Selat Hormuz, hingga Taiwan menjadi pembahasan utama kedua pemimpin negara raksasa ekonomi tersebut.

Xi dan Trump juga sepakat memperkuat hubungan bilateral serta menjaga stabilitas global di tengah situasi dunia yang disebut semakin dinamis dan bergejolak. Pertemuan itu berlangsung lebih dari dua jam di Balai Agung Rakyat.

Berikut 6 poin hasil pertemuan Trump dengan Xi Jinping:

1. China dan AS Seharusnya Jadi Mitra, Bukan Lawan

Xi Jinping menegaskan China dan AS seharusnya menjadi mitra strategis, bukan saling bersaing maupun berkonfrontasi. Menurut Xi, kerja sama kedua negara akan membawa keuntungan besar bagi dunia.

“Kerja sama akan menguntungkan kedua pihak, sedangkan konfrontasi tidak membawa manfaat,” kata Xi.

Trump juga menyampaikan optimisme hubungan kedua negara akan lebih baik dibanding sebelumnya.

2. Taiwan Jadi Isu Sensitif

Xi Jinping memperingatkan Trump bahwa isu Taiwan dapat memicu bentrokan bahkan konflik antara China dan AS jika tidak ditangani secara tepat.

“Masalah Taiwan adalah isu terpenting dalam hubungan China-AS,” kata Xi.

China kembali menegaskan Taiwan merupakan bagian dari wilayahnya dan menolak segala bentuk upaya kemerdekaan pulau tersebut.

3. Perkuat Kerja Sama Ekonomi dan Perdagangan

Trump dan Xi membahas peningkatan akses pasar bagi perusahaan AS di China serta investasi China ke industri AS.

Xi menyebut tim ekonomi kedua negara telah mencapai hasil yang “seimbang dan positif”. Trump pun menegaskan para pebisnis AS sangat ingin memperluas kerja sama dengan China.

Dalam lawatan tersebut, Trump turut membawa sejumlah bos perusahaan besar AS seperti Jensen Huang dari Nvidia, Elon Musk dari Tesla, Tim Cook dari Apple, hingga Larry Fink dari BlackRock.

Sementara itu Xi Jinping mengatakan, China dan AS seharusnya menjadi mitra, bukan bersaing.

"(Kedua negara) Sama-sama akan mendapat keuntungan dari kerja sama, sebaliknya tak mendapat keuntungan dari konfrontasi," kata Xi.

Xi yakin betul China dan AS memiliki lebih banyak kepentingan bersama daripada perbedaan. Keberhasilan satu negara merupakan peluang bagi negara lain dan hubungan bilateral yang stabil akan menguntungkan bagi dunia.

Dia menantikan diskusi lebih lanjut pada isu-isu penting bagi kedua negara dan komunitas internasional lebih luas. Xi juga siap meningkatkan kerja sama dengan Trump untuk menentukan arah hubungan kedua negara dengan tujuan menjadikan 2026 sebagai tahun bersejarah yang membuka babak baru dalam hubungan bilateral.

Hubungan ekonomi kedua negara, kata dia, harus dan bersifat saling menguntungkan.

4. Selat Hormuz Harus Tetap Terbuka

AS dan China juga sepakat Selat Hormuz harus tetap terbuka bagi jalur perdagangan dan distribusi energi dunia tanpa biaya tambahan.

Xi menegaskan China menolak militerisasi Selat Hormuz maupun upaya pengenaan biaya tol untuk melintasi jalur strategis tersebut.

5. China Tawarkan Bantuan Selesaikan Konflik AS-Iran

Trump mengungkap Xi Jinping menawarkan bantuan untuk membantu penyelesaian konflik antara AS dan Iran.

“Dia mengatakan, ‘Jika saya bisa membantu sekecil apa pun, saya mau’,” ujar Trump, menirukan pernyataan Xi.

Selain itu, kedua pihak juga membahas perkembangan situasi Timur Tengah secara lebih luas.

6. Iran Tak Boleh Memiliki Senjata Nuklir

Gedung Putih mengungkap Trump dan Xi sepakat Iran tidak boleh memiliki senjata nuklir. Isu Iran menjadi salah satu topik utama yang dibahas dalam pertemuan tersebut.

“Kedua negara sepakat Iran tidak akan pernah memiliki senjata nuklir,” bunyi pernyataan Gedung Putih.

China diketahui merupakan sekutu dekat Iran, namun Xi disebut menjamin Beijing tidak akan memberikan bantuan peralatan militer kepada Teheran.

Dalam pertemuan tersebut, Trump beberapa kali melontarkan pujian kepada Xi Jinping. Dia menyebut Xi sebagai pemimpin hebat yang berhasil membawa China semakin maju.

“Saya sangat menghormati China dan pekerjaan yang telah Anda lakukan. Anda adalah pemimpin hebat,” kata Trump.

Trump juga menegaskan hubungan pribadinya dengan Xi sangat kuat dan mampu membantu menyelesaikan berbagai ketegangan antara kedua negara dengan cepat.

Editor: Anton Suhartono

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut