500 Juta Orang Terkurung di Rumah akibat Pandemi Korona, Ini Daftar Negaranya
PARIS, iNews.id - Sekitar 500 juta orang dikenai perintah isolasi di seluruh dunia akibat pandemi korona. Siapa sangka, wabah yang dimulai di China ini dengan cepat menggelembung secara global dan menginfeksi ratusan ribu orang.
Dari China ke Republik Ceko hingga Venezuela, pemerintah memberitahu warganya tinggal di dalam rumah untuk mencoba memperlambat penyebaran pandemi.
Berikut adalah populasi yang terpengaruh perintah isolasi atau pembatasan pergerakan, seperti dilaporkan AFP, Kamis (19/3/2020).
1. Isolasi atau Karantina Wajib
Menteri Belanda Isolasi Diri di Rumah Setelah Menhub Budi Karya Dinyatakan Positif Korona
Provinsi Hubei di China tengah dan ibu kotanya, Wuhan, tempat virus COVID-19 berasal akhir tahun lalu, terputus dari dunia luar sejak akhir Januari.
Karantina masih berlaku di sana, tetapi pembatasan pergerakan dilonggarkan pada 14 Maret bagi lebih dari 50 juta penduduk provinsi itu.
Kota-Kota di Dunia yang Diisolasi akibat Virus Korona
Setidaknya delapan negara lain mengikuti Hubei dalam menegakkan aturan isolasi wajib:
- Italia sejak 10 Maret,
- Spanyol sejak 14 Maret
- Lebanon sejak 15 Maret
- Republik Ceko sejak 16 Maret
- Prancis sejak 17 Maret
- Israel 17 Maret
- Venezuela sejak 17 Maret
- Belgia sejak 18 Maret
Seluruh Negeri Diisolasi, Kini Hanya Apotek dan Toko Makanan yang Buka di Italia
Itu berarti 240 juta orang di delapan negara ini wajib tinggal di rumah.
Di sebagian besar tempat-tempat ini tetao memperbolehkan meninggalkan rumah, namun hanya untuk membeli kebutuhan dasar, menuju rumah sakit atau pergi bekerja.
Kebiasaan Negara di Dunia yang Berubah Gara-Gara Virus Korona, dari Berciuman hingga Berbagi Sedotan
Beberapa negara mengambil langkah-langkah yang lebih bertarget, termasuk Bulgaria yang menempatkan kota resor ski Bansko di bawah karantina.
Mesir membatasi semua karyawan di kawasan wisata Laut Merah.
Penduduk ibu kota Kolombia, Bogota, akan menjalani uji coba isolasi mulai 20 hinga 23 Maret, yang mungkin membuka jalan bagi karantina skala nasional.
2. Saran Isolasi, Pembatasan Pergerakan
Setidaknya empat negara -Austria, Inggris, Jerman, dan Iran- mendesak warganya membatasi pergerakan dan kontak, tanpa memaksakan kurungan. Keempat negara ini adalah rumah bagi sekitar 240 juta orang.
Namun aturan dari pihak berwenang ini memiliki beberapa keterbatasan.
Di Jerman, digelar beberapa "pesta Korona" di taman-taman, yang memicu Kanselir Angela Merkel pada Rabu mendesak warganya lebih berupaya memerangi korona.
Di Iran, pihak berwenang mengeluh bahwa meskipun ada peringatan, pasar tetap dipenuhi orang saat Tahun Baru Iran, yang jatuh pada Jumat (20/3/2020).
3. Jam Malam
Setidaknya enam negara atau wilayah memberlakukan jam malam yang melarang pergerakan di hari, antara lain Tunisia, Bolivia, Serbia, negara bagian New Jersey dan Puerto Rico, serta ibu kota Filipina, Manila.
Wilayah-wilayah ini menampung lebih dari 50 juta jiwa.
Editor: Nathania Riris Michico