5 Fakta Bom di Kabul Tewaskan Puluhan Orang, Amerika Bersumpah Balas Dendam
JAKARTA, iNews.id - Dua bom bunuh diri mengguncang di Kota Kabul, Afghanistan, Kamis (26/8/2021), di tengah kerumuman ribuan orang yang sedang menanti dievakuasi ke luar negeri. Bukan hanya itu, serangan bom dilanjutkan denga penembakan membabi buta.
Sedikitnya 60 warga sipil Afghanistan dan 13 pasukan Amerika Serikat tewas serta ratusan lainnya luka. Korban tewas kemungkinan bertambah karena banyak yang terluka parah.
Berikut lima fakta serangan bom bunuh diri di Afghanistan:
1. Warga Sudah Diperingatkan Tinggalkan Bandara
Update Bom Bunuh Diri di Kabul, 60 Warga Afghanistan dan 13 Tentara AS Tewas
Beberapa jam sebelum ledakan mengguncang, Kedutaan Besar AS di Kabul sudah memperingatkan warganya serta orang lain untuk meninggalkan bandara, termasuk mereka yang sudah berada di dalam, terkait potensi serangan dari ISIS-K, kelompok afiliasi ISIS di Irak dan Suriah. Peringatan serupa juga dikeluarkan beberapa negara lainnya karena massa menjadi sasaran empuk bom bunuh diri.
Namun peringatan itu tak diindahkan warga yang sudah antre beberapa hari demi mendapat tumpangan ke luar negeri pascakeruntuhan pemerintahan Afghanistan ke tangan Taliban.
Emosi Pasukan AS Tewas akibat Bom di Kabul, Joe Biden: Kami Akan Buru Pelakunya
2. ISIS Bertanggung Jawab
Melalui saluran berita Amaq, ISIS mengklaim bertanggung jawab dalam serangan bom bunuh diri di dekat bandara Kabul.
Jadi Sasaran Empuk ISIS, Warga Amerika Diminta Tinggalkan Bandara Kabul
Disebutkan serangan itu ditujukan bagi pasukan AS serta penerjemah dan orang yang bekerja untuk Negeri Paman Sam.
Kepala Pusat Komando AS Frank McKenzie mengatakan, sedikitnya 13 pasukannya tewas dalam serangan tersebut serta 18 lainnya luka-luka.