3 Negara Tolak Resolusi DK PBB yang Serukan Diakhirinya Perang Yaman
NEW YORK, iNews.id - Tiga negara anggota Dewan Keamanan PBB menolak resolusi yang menyerukan diakhirinya perang Yaman. Mereka menuntut diadopsinya resolusi lengkap untuk membawa pihak-pihak yang berperang ke meja perundingan.
Belanda, Swedia, dan Peru menolak rancangan naskah yang disusun oleh Inggris dan diajukan oleh China, yang mengetuai dewan bulan ini. Alasan ketiga negara itu, rancangan tersebut tidak menanggapi keprihatinan mereka tentang krisis kemanusiaan yang mengenaskan di Yaman.
"Kami merasa bahwa situasi sekarang ini, di atas segalanya, memerlukan resolusi yang memberi dukungan kepada utusan khusus dan OCHA atau Kantor urusan kemanusiaan PBB, untuk mengambil langkah ke arah mengakhiri konflik dan penderitaan rakyat Yaman," demikian pernyataan bersama ketiga negara, dalam sebuah email kepada dewan, yang dilihat oleh AFP, Kamis (8/11/2018).
Kantor urusan kemanusiaan PBB, OCHA, memperingatkan bahwa Yaman berada di ambang kelaparan terburuk di dunia dalam puluhan tahun.
Kelaparan Ancam 5 Juta Anak Yaman, 36.000 Bakal Meninggal Sebelum 2019
Pasukan pro-pemerintah Yaman, yang didukung oleh jet-jet tempur koalisi pimpinan-Saudi dan helikopter tempur, melancarkan serangan terhadap kota pelabuhan Hodeida yang dikuasai pemberontak, meski ada peringatan dari kelompok-kelompok bantuan bahwa serangan itu mengancam keselamatan penduduk sipil.
Perang Arab-Yaman berkecamuk sejak 2015 setelah kelompok syiah Houthi, yang didukung Iran dan Suriah, mengambil alih pemerintahan sah saat itu dalam kudeta di Sanaa dan memaksa Presiden Abdrabbuh Mansour Hadi mengungsi ke luar negeri.
Serangan Houthi ke Saudi Tewaskan 1 Orang, Koalisi Arab Membalas
Mereka lalu menuntut pengakuan internasional untuk melanjutkan kepemimpinan Yaman, namun ditolak.
Arab Saudi, Uni Emirat Arab, dan tujuh negara lain kemudian memutuskan mengintervensi dan berupaya mengembalikan kekuasaan Pemerintah Yaman karena menilai Iran berada di balik pemberontak Houthi.
Pemberontak Houthi Yaman Serang Kapal Tanker Arab Saudi
Berdasarkan data PBB, hampir 10.000 orang tewas dibunuh dalam konflik di Yama, dua pertiga dari mereka merupakan warga sipil. Selain itu, 55.000 lainnya mengalami luka-luka akibat pertempuran.
Editor: Nathania Riris Michico