Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : 2 Gempa Dahsyat M7,2-7,5 Guncang Venezuela, 32 Orang Tewas 700 Luka
Advertisement . Scroll to see content

2 Gempa Dahsyat M7,2 dan 7,5 Guncang Venezuela, Banyak Bangunan Ambruk

Kamis, 25 Juni 2026 - 07:54:00 WIB
2 Gempa Dahsyat M7,2 dan 7,5 Guncang Venezuela, Banyak Bangunan Ambruk
Dua gempa bumi dahsyat  bermagnitudo 7,2 dan 7,5 mengguncang Venezuela, Rabu (24/6) malam waktu setempat (Foto: AP)
Advertisement . Scroll to see content

KARAKAS, iNews.id - Dua gempa bumi dahsyat  bermagnitudo 7,2 dan 7,5 mengguncang Venezuela, Rabu (24/6/2026) malam waktu setempat atau Kamis pagi WIB. USGS memperbarui kekuatan gempa pertama menjadi M7,2 dari sebelumnya M7,1. Guncangan kuat tersebut menyebabkan banyak bangunan retak, rusak parah, bahkan ambruk di sejumlah wilayah terdampak.

Menteri Dalam Negeri Venezuela Diosdado Cabello mengonfirmasi banyak bangunan runtuh akibat gempa. Hal itu juga dibuktikan dengan video yang beredar di media sosial, memperlihatkan kerusakan parah pada sejumlah gedung. Ribuan warga di banyak wilayah meninggalkan rumah dan apartemen mereka karena khawatir terjadi gempa susulan.

Dua guncangan besar itu juga memicu kepanikan massal. Warga berlarian keluar bangunan untuk menyelamatkan diri. Bahkan getaran gempa dilaporkan terasa hingga ke Bogota, ibu kota Kolombia.

Badan Survei Geologi Amerika Serikat (USGS) mengungkap, gempa pertama berkekuatan M7,1 terjadi di Negara Bagian Carabobo, sekitar 284 km dari Ibu Kota Karakas, pada pukul 18.04 waktu setempat. Tak sampai 1 menit kemudian, gempa yang lebih kuat, bermagnitudo M7,5, mengguncang lokasi yang tidak jauh dari pusat gempa pertama.

Dua gempa besar tersebut sempat memicu peringatan tsunami. Namun otoritas terkait mencabut peringatan itu beberapa jam kemudian setelah kondisi dinilai tidak lagi mengancam.

Hingga kini, skala kerusakan secara keseluruhan belum dapat dipastikan. Pemerintah Venezuela masih melakukan pemeriksaan di daerah-daerah yang mengalami dampak paling parah akibat bencana tersebut.

Namun USGS memperkirakan potensi korban jiwa cukup tinggi mengingat luasnya kerusakan yang ditimbulkan. Dalam pernyataannya pada Kamis (25/6/2026), lembaga itu memperingatkan, bencana dapat meluas dan gempa susulan dengan kekuatan signifikan masih mungkin terjadi.

"Bencana ini kemungkinan meluas dan gempa susulan dengan guncangan yang berpotensi kuat mungkin akan terjadi," demikian pernyataan USGS.

Berdasarkan pemodelan USGS, terdapat kemungkinan 44 persen korban jiwa berasal dari populasi 10.000 penduduk atau 30 persen dari populasi 100.000 penduduk di wilayah terdampak, angka yang tergolong tinggi untuk bencana gempa bumi.

Selain ancaman korban jiwa, USGS juga memperingatkan risiko signifikan terjadinya tanah longsor dan likuifaksi. Likuifaksi merupakan fenomena pergeseran sedimen akibat guncangan gempa yang dapat menyebabkan permukaan tanah kehilangan kekuatannya dan bergerak seperti cairan.

Editor: Anton Suhartono

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut