Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Indonesia Harus Siap Hadapi Kemungkinan Buruk akibat Perang di Iran, Persatuan Nasional Jadi Kunci
Advertisement . Scroll to see content

140 Tentara AS Luka Selama Perang Lawan Iran, 8 Tewas

Rabu, 11 Maret 2026 - 06:38:00 WIB
140 Tentara AS Luka Selama Perang Lawan Iran, 8 Tewas
Sekitar 140 tentara Amerika Serikat luka sejak dimulainya perang melawan Iran pada 28 Februari hingga Selasa (10/3) (Foto: AP)
Advertisement . Scroll to see content

WASHINGTON, iNews.id - Sekitar 140 tentara Amerika Serikat (AS) luka sejak dimulainya perang melawan Iran pada 28 Februari hingga Selasa (10/3/2026). Sementara korban tewas delapan orang.

Juru Bicara Departemen Pertahanan AS (Pentagon) Sean Parnell menyebut sebagian besar korban menderita luka ringan.

“Sejak dimulainya Operasi Epic Fury, sekitar 140 personel militer AS luka, selama 10 hari serangan berkelanjutan,” kata Parnell, dikutip dari Al Jazeera, Rabu (11/3/2026).

Dia menambahkan, sebanyak 108 personel militer tersebut telah kembali bertugas. Sementara itu delapan lainnya menderita luka parah sehingga harus mendapat perawatan medis tingkat tertinggi.

Militer AS juga mengonfirmasi tujuh tentara tewas akibat serangan Iran, sementara seorang lainnya tewas akibat insiden terkait kesehatan di Kuwait.

Serangan Darat ke Iran

Presiden Donald Trump mengulangi pernyataannya bahwa AS tidak mengesampingkan kemungkinan pengerahan pasukan darat ke Iran. Namun dia juga mengatakan, operasi militer AS telah berlangsung sangat lengkap dan segera berakhir.

Meski demikian, para penasihatnya mengatakan kampanye militer baru saja dimulai dan terus berlangsung hingga semua tujuannya tercapai.

Menegaskan pernyataan Trump, Juru Bicara Gedung Putih Karoline Leavitt mengatakan tujuan serangan AS bisa lebih cepat daripada yang ditetapkan di awal.

"Target awal presiden dan militer AS sekitar 4 hingga 6 minggu untuk mencapai tujuan penuh Operasi Epic Fury," kata Leavitt.

Tujuan serangan AS, lanjut dia, menghancurkan rudal dan kemampuan dalam memproduksi, menghancurkan angkatan laut secara permanen, serta mencegah Iran memiliki senjata nuklir selamanya.

Iran secara konsisten membantah berupaya memiliki senjata nuklir dan bersikeras program nuklirnya bersifat damai, sementara Israel diyakini memiliki persenjataan nuklir rahasia.

Leavitt menegaskan Trump yang akan memutuskan kapan tujuan perang terhadap Iran dianggap tercapai.

“Presiden Trump akan menentukan kapan Iran berada pada posisi menyearah tanpa syarat, ketika mereka tidak lagi menimbulkan ancaman langsung dan kredibel terhadap AS dan sekutu-sekutu kita,” ujarnya.

Editor: Anton Suhartono

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut