10 Tragedi Kapal Selam di Dunia, AS dan Uni Soviet Paling Banyak
JAKARTA, iNews.id - Kecelakaan KRI Nanggala 402 di Selat Bali menambah daftar tragedi kapal selam di dunia. Ini merupakan kecelakaan kapal selam pertama di Indonesia.
Tragedi kapal selam terbilang sangat langka, karena tak semua negara memiliki. Sekalipun ada, unit yang mereka punya terbatas.
Kecelakaan kapal selam terakhir sebelum KRI Nanggala adalah ARA San Juan milik Angkatan Laut Argentina yang hilang di Samudera Atlantik 4 tahun silam.
Kesamaan dengan KRI Nanggala 402, kapal selam ARA San Juan juga buatan Jerman pada 1980. Permasalahan teknis pada sistem penyuplai tenaga diduga menjadi penyebab raibnya kapal itu di perairan Atlantik. Sebanyak 44 kru pun gugur.
Sampaikan Duka Cita, Menhan Singapura Puji Awak KRI Nanggala sebagai Patriot Pemberani
Berikut 10 bencana kapal selam di dunia:
1. Kapal Selam Kursk (Rusia)
TNI AL: Awak KRI Nanggala 402 Sempat Keluarkan Baju Penyelamat
Pada 12 Agustus 2000 kapal selam bertenaga nuklir milik Rusia Kursk meledak dan tenggelam saat bermanuver di Laut Barent. Awalnya, 118 tewas saat ledakan terjadi dan 23 lainnya berhasil menyelamatkan diri dengan bersembunyi di kompartemen belakang. Pintu kapal selam itu berhasil dibuka oleh para penyelam Norwegia sepekan setelah kejadian. Sayang, 23 prajurit itu tidak bisa diselamatkan setelah mati lemas terkunci di dasar laut. Penyebab ledakan diduga adalah kebocoran bahan bakar torpedo.
2. USS Thresher (Amerika Serikat)
Kronologi Ditemukannya KRI Nanggala 402 di Perairan Bali, Terbelah 3 Bagian
Kapal selam Amerika Serikat USS Thresher tenggelam saat melakukan manuver di Cape Cod, sebelah tenggara Massachusett, pada 10 April 1963. Sebanyak 129 prajurit Marinir tewas dalam peristiwa itu. Ini merupakan bencana kapal selam paling mematikan dalam sejarah AS.
Kapal selam bertenaga nuklir itu mengalami kendala teknis hingga jatuh ke dasar laut dan meledak. Bangkai kapal ditemukan di kedalaman sekitar 2,5 kilometer.