Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Read Next : Harga Telur Meroket di Pasar Palmerah Jelang Nataru, Tembus Rp33.000 Per Kg
Advertisement . Scroll to see content
Advertisement . Scroll to see content

GUNUNGKIDUL, iNews.id - Dua tahun terpuruk akibat pandemi, pelaku UMKM di Kabupaten Gunungkidul, Yogyakarta mulai bangkit. Namun, kembali terpukul karena harga sejumlah bahan baku meroket pada tahun 2022. 

Bahan pokok, minyak goreng dan telur di Gunungkidul terus mengalami kenaikan sebulan terakhir. Hal ini membuat produsen roti dan kue harus memutar otak. 

Terlebih kebijakan penghapusan minyak curah dengan harga minyak kemasan mengalami kenaikan harga. Naiknya harga minyak goreng ini juga dibarengi dengan naiknya bahan pokok seperti telur. 

Ini melengkapi penderitaan para pengusaha kecil. Seperti yang di rasakan Hapsari, pengusaha roti dan kue di Ledoksari, Wonosari, Gunungkidul. 

Dia mengaku kewalahan mengatur biaya produksi untuk usahanya tersebut. Guna mengakali kenaikan tersebut Hapsari terpaksa harus merekayasa ukuran roti. 

Sementara untuk kue yang ada disesuaikan dengan harga yang semakin naik. Saat ini, Hapsari hanya bisa bertahan sambil menunggu kebijakan Pemerintah. 

Editor: Dani M Dahwilani

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut