Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Budi Arie Ungkap Projo Siap Ganti Logo Baru agar Tak Terkesan Kultus Individu
Advertisement . Scroll to see content

TOP 5, Jokowi Ingatkan Prosedur Daerah yang Terapkan New Normal dan dr Reisa Jadi Jubir Covid-19

Jumat, 12 Juni 2020 - 19:31:00 WIB
">
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id – Pemerintah akan menerapkan kebijakan new normal. Namun, Presiden Joko Widodo mengingatkan pembukaan suatu daerah untuk menerapkan new normal harus melalui tahapan ketat dan hati-hati, serta perhitungan yang cermat. Jika suatu daerah yang menerapkan nanti ditemukan peningkatan kasus, pemerintah tidak segan menutupnya kembali.

Pesan Jokowi tersebut langsung mencuri perhatian masyarakat dan menempati posisi pertama iNews.id TOP 5. Saat mengunjungi Kantor Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 di Gedung BNPB, Jakarta, Rabu (10/6/2020), Jokowi juga mengingatkan kepada pemerintah daerah agar melakukan evaluasi rutin dan tidak lengah.

"Jika nanti dalam perkembangan ditemukan kenaikan kasus positif, maka akan langsung kita lakukan pengetatan atau penutupan kembali," ujar Jokowi.

Jokowi menegaskan kesiapan daerah menerapkan new normal juga diukur dari kepatuhan masyarakat menerapkan protokol kesehatan. Oleh sebab itu, penerapan new normal tak akan sama di setiap daerah.

Kemudian posisi kedua, terkait informasi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) yang memastikan tahun ajaran baru 2020-2021 akan dimulai pada pekan ketiga Juli mendatang. Kendati demikian, permulaan tahun ajar itu berarti sekolah kembali dibuka.

Kepala Biro Kerja Sama dan Humas Kemendikbud Evi Mulyani mengatakan, jadwal tahun ajaran baru 2020-2021 tidak berubah. Untuk kegiatan belajar-mengajar secara tatap muka, Kemendikbud sedang merumuskan matang dengan memperhatikan situasi pandemi Covid-19.

"Artinya bahwa model pembelajaran akan sangat tergantung kepada perkembangan kondisi. Kami di Kementerian Pendidikan terus melakukan kajian dan analisis, tentunya harus sangat komprehensif dan akuntabel," ujar Evi saat berbincang dengan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Selasa (9/6/2020).

Evi menegaskan, sampai saat ini Kemendikbud belum memutuskan perihal belajar tatap muka di sekolah sebagaimana biasanya. Kemendikbud terus menjalin komunikasi dengan Gugus Tugas, serta Kementerian Kesehatan.

Sementara soal pengambilan paksa jenazah pasien dalam pengawasan (PDP) virus corona baru (Covid-19) di RS Makassar, menjadi topik menarik nomor tiga. Polda Sulawesi Selatan (Sulsel) pun menangkap 26 orang yang mengambil paksa jenazah pasien PDP Covid-19 di dua rumah sakit. Puluhan orang itu merupakan keluarga dan kerabat dekat jenazah yang dibawa kabur.

Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Ibrahim Tompo mengatakan, ke-26 orang yang diamankan itu 25 di antaranya yang mengambil paksa jenazah PDP Covid-19 di RS Dadi, Labuang Baji dan satu orang di RS Stella Maris Makassar.

Sementara soal tagihan listrik yang meroket, juga menarik perhatian masyarakat dan menempati posisi keempat. Namun, Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menegaskan tidak ada kenaikan tarif listrik yang dilakukan oleh PT PLN (Persero).

Saat dianalisis, hal tersebut karena meningkatnya konsumsi listrik sehingga tagihan rekening masyarakat melonjak.

"Setelah kami pelajari sebenarnya tidak ada yang namanya tarif listrik naik, dari tahun ke tahun sama saja tidak ada kenaikan. Jadi yang naik tagihan," ujar Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga di Jakarta, Rabu (10/6/2020).

Menurut dia, salah satu faktor yang menyebabkan kenaikan tagihan listrik, yakni tingkat pemakaian listrik selama bekerja di rumah (WFH) yang tinggi. "Semua di rumah, bekerja dan sekolah, akhirnya pemakaian listrik juga naik," ucapnya.

Arya menjelaskan akar masalahnya terjadi ketika mulai diberlakukan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di sejumlah wilayah yang mengakibatkan proses pencatatan meteran listrik oleh petugas menjadi terkendala atau tidak dapat menghitung meteran secara langsung ke rumah-rumah pelanggan. Akibatnya, lanjut dia, tagihan rekening listrik bulanan dihitung dari rata-rata tiga bulan terakhir pemakaian, hal itu yang menjadi salah satu penyebab tagihannya ada yang meningkat tiba-tiba.

Kemudian di posisi kelima yang belakangan mencuri perhatian adalah sosok dr Reisa Broto Asmoro sebagai Jubir Covid-19.

Kemunculan dr Reisa menyita perhatian publik. Bukan hanya sosoknya yang rupawan, dokter kelahiran Malang itu dinilai memiliki pembawaan kalem dan tenang. Perempuan yang pernah mewakili Indonesia dalam kontes Miss International 2011 di Chengdu, China, itu kini mendampingi tugas-tugas Yurianto.

Video Editor: Muarif Ramadhan
Cameraman: Indra Setya Budi

Editor: Tuty Ocktaviany

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut