JAKARTA, iNews.id - PAN dan Golkar resmi menandatangani kerjasama politik dengan Koalisi Kebangkitan Indonesia Raya (KKIR) pada Minggu (13/8/2023) di Gedung Proklamasi Menteng, Jakarta Pusat. Keduanya mengaku mendukung pencalonan Prabowo Subianto pada Pilpres 2024.
Masing-masing parpol punya usulan Carwapres jagoan. PAN mendorong Erick Thohir dan Golkar menawarkan Airlangga Hartarto untuk mendampingi Prabowo Subianto.
Xi Jinping Telepon Trump: AS Harus Hati-hati dalam Memasok Senjata ke Taiwan!
Sementara PKB solid mengajukan ketua umum mereka juga Muhaimin Iskandar yang sejak setahun lalu setia mendukung Prabowo.
Namun bukan tidak ada nama lainnya yang masuk ke dalam bursa pendamping Prabowo. Nama Ridwan Kamil juga mengemuka.
Survei SMRC: Ganjar Pranowo Ungguli Prabowo di Simulasi 2 Nama Capres
Wakil Ketua PKB Jazilul Fawaid, mengatakan bergabungnya Golkar dan PAN ke dalam KKIR masih sangat dinamis dan belum bisa diputuskan secara pasti sebelum calon presiden dan cawapres benar-benar jelas.
Kesepakatan baru belum dibahas, sehingga untuk sementara akan mengikuti format yang sudah ada di KKIR.“Ketuk pintunya, masuk ke dalam rumah, sekarang juga. Nanti kita bicara dengan tuan rumah,” kata Jazilul.
KPK Tetapkan Eks Dirut PT Amarta Karya Catur Prabowo Tersangka Pencucian Uang
Soliditas koalisi di kubu Prabowo ini akan diuji dalam dua bulan ke depan sebelum tenggat pendaftaran capres dan cawapres Oktober mendatang.
Koalisi ini akan semakin rekat atau justru pisah di ujung pendaftaran lantaran tak menemui kesepakatan soal pendamping Prabowo sebagai cawapres.
Tepis Soal Sosok Jokowi di Balik Koalisi Prabowo, Puan: Beliau Bukan Ketum Partai
Lantas siapa yang nantinya akan mendapat golden tiket untuk mendampingi Prabowo menjadi calon orang nomor 2 di Indonesia ini.
Simak obrolan bersama Waketum Golkar Melchias Markus Mekeng dan Waketum PKB Jazilul Fawaid dalam Podcast Cawe-Cawe di Youtube iNews. (*)
Editor: Wahyu Triyogo