Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Read Next : Respons Jokowi Usai Elon Musk Batal Bangun Pabrik di Indonesia
Advertisement . Scroll to see content
">
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id – Walau sempat berurusan dengan polisi dalam kasus penipuan, Ustaz Yusuf Mansur hingga kini tetap menggeluti bisnis investasi. Dia menganggap kedengkianlah yang membuat orang mempersoalkan multikompetensinya.

Yusuf juga mengambil hikmah dari pengalamannya di bui. “Kalau ada masalah, berbahagialah. Allah sedang menyapa Anda. Kalau tidak masuk penjara, saya tidak mungkin seperti ini. Selama empat bulan dipenjara pertama kali, saya hapal empat juz Alquran,” katanya. Pengalaman di sel merupakan salah satu momen terbaik dalam hidup Yusuf Mansur, sehingga terasa indah baginya.

Pendakwah populer ini menampik tudingan dirinya kapitalis. “Kalau kapitalis, untungnya buat diri sendiri. Kalau saya untuk umat. Bikin jalan empat kilometer, 8.000 rumah tahfiz, seribu rumah di Lombok, 300 rumah di Merapi, bahkan 88 rumah di NTT yang Nasrani juga kita bangun,” tuturnya.

Ongkos masuk Pesantren Daarul Qur’an yang dipimpinnya pun berkisar Rp7 juta-Rp8 juta. Biaya per bulannya Rp550 ribu. Padahal, seharusnya Rp2,5 juta per bulan. “Lima anak saya juga bayar. Saya dan istri tak digaji pula,” katanya sambil bercanda.

Sedangkan bisnis sepak bola ditujukannya agar Indonesia bisa menjadi juara Liga Italia, Inggris, bahkan Eropa. Caranya dengan membeli klub yang berpotensi juara. “Misalnya Persika Karawang saya beli Rp80 miliar. Penduduk Karawang 2,8 juta orang. Kalau dibagi kan menjadi ringan biayanya,” ucap Yusuf Mansur.

Karena itulah, Yusuf membuat Reksadana Sepak Bola Indonesia (RSBI) dan Reksadana Sepak Bola Dunia (RSBD). “RSBI untuk ambil klub-klub di divisi 1, 2, atau 3. Lalu disatukan buat beli Samdoria, Inter Milan, dan sebagainya,” jelasnya.

Video Editor: Khoirul Anfal

Editor: Tuty Ocktaviany

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut