JAKARTA, iNews.id – Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya angkat bicara soal pernyataan PDIP terkait sumber pendanaan Makan Bergizi Gratis (MBG) yang memangkas anggaran pendidikan. Ia menegaskan tudingan tersebut tidak benar dan menilai informasi yang beredar menyesatkan.
Teddy mengatakan ada pihak-pihak yang menggiring opini bahwa pelaksanaan MBG berdampak pada berkurangnya alokasi pendidikan sehingga sekolah terbengkalai dan guru tak diperhatikan. Dia memastikan klaim itu keliru.
Pakistan Serang 22 Lokasi di Seluruh Afghanistan, 12 Tentara Islamabad Tewas
"Jadi kemarin ada pihak sedikit pihak yang menyampaikan bahwa program makan bergizi gratis itu mengurangi program dan anggaran pendidikan sehingga sekolah terbengkalai kemudian guru-guru tidak diperhatikan. Jadi saya mau jawab itu narasi yang keliru ya," kata Teddy di Kompleks Istana, Jumat (27/2/2026).
Teddy menjelaskan, program MBG bertujuan meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) sejak jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) hingga SMA. Pos anggaran pendidikan dan MBG juga telah disepakati berbeda, dalam pembahasan APBN.
Seskab Teddy Tegaskan Program MBG Tak Potong Anggaran Pendidikan: Itu Narasi Keliru
"Anggaran pendidikan ini sudah disepakati bersama oleh DPR pemerintah termasuk Badan Anggaran DPR tahun lalu pada September kalau tidak salah untuk digunakan di 2026 termasuk isi dan peruntukan dari anggaran pendidikan ini itu ya," ujar Teddy.
Bos BGN Ungkap Tiap Dapur MBG bakal Terima Rp500 Juta per Hari
Dia pun menegaskan kembali, program MBG tidak mengurangi program pendidikan. Seluruh program pendidikan tetap berjalan, termasuk Kartu Indonesia Pintar. Bahkan, Presiden Prabowo Subianto disebut menambah inisiatif baru di sektor pendidikan melalui program Sekolah Rakyat.
"Tidak ada program pendidikan yang dikurangi atau tidak berjalan. Seluruhnya berjalan, dilanjutkan, bahkan ditambah dan lebih detail, lebih fokus kepada siswanya, sekolahnya dan juga gurunya. Ya, jadi saya rasa itu menjawab semua pertanyaan," ujar Teddy.
Menag Tegaskan Zakat Tak Dipakai untuk MBG, hanya Disalurkan ke yang Berhak
Sebelumnya, Ketua DPP PDIP sekaligus Wakil Ketua Komisi X DPR RI, MY Esti Wijayati, menyatakan sumber pendanaan MBG berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), termasuk dalam pos pendidikan. Esti mengungkapkan alokasi MBG tercantum dalam lampiran APBN sebagaimana diatur dalam Peraturan Presiden.
“Di dalam lampiran APBN berupa Peraturan Presiden disebutkan secara jelas bahwa dari Rp769 triliun anggaran pendidikan, digunakan untuk MBG sebesar Rp223,5 triliun. Kami merasa perlu menjelaskan secara gamblang agar masyarakat mengetahui kebenaran sesuai data,” katanya, Rabu (25/2/2026).
MBG untuk Lansia dan Disabilitas Segera Meluncur, Skema Dimatangkan
Editor: Maria Christina