Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Read Next : Naik Darah! Prabowo Ancam Pengusaha yang Cekik Harga ke Petani: Saya Cekik Kau! | News Flash
Advertisement . Scroll to see content
">
Advertisement . Scroll to see content

TUBAN, iNews.id - Sejumlah petani di Kabupaten Tuban, Jawa Timur, menolak impor beras yang dilakukan pemerintah. Sebab, jika impor dilakukan harga beras di tingkat petani akan anjlok sehingga merugikan.

Saat ini, harga gabah di tingkat petani mengalami penurunan. Sebelumnya harga gabah Rp6.000 per kilogram, kini menjadi Rp5.200 per kilogram. Harga gabah kering dari semula Rp6.500 per kilogram turun menjadi Rp6.000 per kilogram.

Harga anjlok membuat para petani khawatir. Sebab, selama masa tanam, para petani mengeluarkan biaya lebih untuk perawatan. Atas kondisi tersebut, para petani berharap pemerintah mengoptimalkan stok beras. Terlebih saat ini para petani sedang panen raya, sehingga stok beras melimpah.


Video Editor: Alvian Surya

Editor: Dani M Dahwilani

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut