Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Headline iNEWS.ID: Ibu dan Anak di Sukabumi Disiram Air Keras oleh OTK sampai Menjerit Kesakitan
Advertisement . Scroll to see content

Kronologi Penyiraman Air Keras Aktivis Andri Yunus, Polisi Ungkap 86 Rekaman CCTV

Senin, 16 Maret 2026 - 14:26:00 WIB
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id – Polisi mengungkap kronologi kasus penyiraman cairan kimia yang diduga air keras terhadap korban bernama Andri Yunus di kawasan Jakarta Pusat. Berdasarkan hasil penyelidikan, para terduga pelaku diduga telah mengikuti pergerakan korban sejak sebelum kejadian.

Dalam keterangan persnya, Dirreskrimum Polda Metro Jaya, Kombes Pol Iman Imanuddin mengatakan, kepolisian menyampaikan korban diserang orang tidak dikenal dengan cara menyiramkan cairan yang diduga zat kimia asam kuat ke arah wajah dan tubuh korban.

“Telah diduga diserang oleh pelaku orang tidak dikenal dengan cara menyiramkan cairan yang diduga zat kimia asam kuat ke arah wajah dan tubuh korban,” kata Iman Imanuddin.

Sebagai bentuk keseriusan dalam mengungkap kasus tersebut, kepolisian membentuk tim gabungan untuk melakukan penyelidikan dan penyidikan. Tim ini terdiri atas penyidik Satreskrim Polres Jakarta Pusat, Direktorat Tindak Pidana Umum Polda Metro Jaya, serta Bareskrim Polri.

Polisi kemudian melakukan serangkaian penyelidikan dengan menganalisis rekaman kamera pengawas atau CCTV serta menelusuri saluran komunikasi yang diduga berkaitan dengan kejadian tersebut.

Dalam proses penyelidikan, aparat mengumpulkan rekaman dari puluhan kamera pengawas yang berada di berbagai titik di Jakarta.

“Ada 86 titik kamera pengawas yang kami ambil sehubungan dengan titik-titik di mana diduga para pelaku penyiraman ini berangkat dan kembalinya,” kata Iman.

Dari jumlah tersebut, tujuh kamera pengawas berasal dari sistem tilang elektronik. Kemudian 27 titik CCTV diperoleh dari Diskominfo, delapan titik dari Dinas Perhubungan, dan 44 titik lainnya berasal dari kamera milik warga, perkantoran, serta bangunan di sekitar jalur yang dilalui pelaku.

Seluruh rekaman tersebut kemudian dianalisis secara digital oleh tim penyidik. Dari 86 kamera pengawas, polisi mendapatkan sekitar 2.610 gambar video dengan total durasi mencapai 10.320 menit.

Karena jumlah rekaman yang sangat besar, proses analisis membutuhkan waktu beberapa hari untuk menelusuri pergerakan para terduga pelaku secara detail.

“Dari 86 titik kamera pengawas yang kami analisa, ada 2.610 gambar dalam bentuk video dengan durasi 10.320 menit sehingga kami membutuhkan waktu beberapa hari untuk melakukan analisa digital terhadap rekaman CCTV,” ujar Iman.

Hasil analisis rekaman CCTV menunjukkan para terduga pelaku diduga telah mengikuti pergerakan korban sejak sebelum kejadian. Pergerakan para pelaku pertama kali terdeteksi dari wilayah Jakarta Selatan sebelum menuju titik kumpul di kawasan Jalan Merdeka Timur, tepatnya di sekitar depan Stasiun Gambir.

Editor: Dani M Dahwilani

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut