JAKARTA, iNews.id - Sekretariat Jenderal (Setjen) DPR menerapkan langkah-langkah efisiensi energi sebagai antisipasi terhadap gejolak harga bahan bakar minyak (BBM) global yang berpotensi membebani anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN). Berdasarkan pantauan di Kompleks Parlemen pada Rabu (1/4/2026) sekitar pukul 18.00 WIB, lampu-lampu di koridor gedung mulai dipadamkan.
Pemadaman juga terjadi di ruang-ruang rapat yang tidak digunakan pada sore hari.
Tak Ingin Asetnya Jadi Target Iran, AS Larang Planet Labs Sebarkan Citra Satelit Wilayah Timur Tengah
Meski sebagian besar lampu dimatikan, beberapa titik tetap menyala, seperti musala, toilet, mesin ATM, hingga media center. Selain lampu, eskalator dan lift di gedung-gedung yang tidak ada kegiatan juga turut dimatikan.
Langkah ini dilakukan hanya saat tidak ada aktivitas rapat atau kegiatan lain yang melibatkan aparatur sipil negara (ASN).
Sebelumnya, Sekretaris Jenderal DPR, Indra Iskandar, menyampaikan bahwa pihaknya telah membahas berbagai langkah penghematan sejak pekan lalu, dengan penggunaan energi di gedung yang akan diperketat.
Indra menambahkan, pihaknya menyiapkan skema pemadaman listrik total pada malam hari apabila tidak ada agenda persidangan.
"Maksimum jam delapan (malam) akan dimatikan, karena memang belum semua gedung menggunakan building automatic system, jadi semua masih dilakukan manual. Nah, ruang-ruang rapat yang tidak digunakan itu listrik, AC, lampu juga akan kita matikan," ujar Indra kepada wartawan, dikutip Jumat (27/3/2026).
Editor: Reza Fajri