Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Read Next : 20 Warga Masih Hilang dalam Longsor Cilacap, Evakuasi Dihentikan Sementara karena Hujan
Advertisement . Scroll to see content
">
Advertisement . Scroll to see content

BANJARNEGARA, iNews.id - Pascaerupsi di Kawah Sileri, Gunung Dieng, Banjarnegara, Jawa Tengah, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) dan Pengamatan Gunung Api Dieng terus melakukan pemantauan. Zona bahaya kawah ditingkatkan dari sebelumnya 100 meter menjadi 200 meter.

Letusan Kawah Sileri terjadi pada Minggu 1 April 2018. Hingga kini, kepulan asap putih pekat masih membumbung pada ketinggian antara 50 hingga 70 meter ke arah atas.

Pascaterjadinya letusan, area semburan lumpur meluncur hingga sejauh 200 meter. Dampak semburan tersebut adalah rusaknnya sejumlah lahan pertanian kentang milik warga.

Letusan terjadi akibat adanya tekanan dari dalam perut bumi. Meski mengeluarkan asap dan material, namun tim dari Pos Pengamat Gunung Api Dieng tidak mendeteksi adanya gas beracun.

Video Editor: Khoirul Anfal

Editor: Dani M Dahwilani

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut