BOGOR, iNews.id — Pengembangan peron jalur 6, 7, dan 8 di Stasiun Bogor terus dipercepat untuk mendukung peningkatan kapasitas layanan Commuter Line Bogor. Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (KAI), Bobby Rasyidin, meninjau langsung progres pekerjaan pada Senin (1/6/2026) dan menyatakan bahwa pelaksanaan proyek berjalan lebih cepat dari target yang telah ditetapkan. Pengembangan yang dimulai sejak 15 April 2026 itu ditargetkan rampung pada Juli mendatang guna mengakomodasi operasional rangkaian Commuter Line 12 kereta dengan daya angkut yang lebih besar.
“Pekerjaan pengembangan peron jalur 6, 7, dan 8 berjalan lebih cepat dari target. Percepatan ini menjadi kabar baik karena kapasitas layanan dapat segera ditingkatkan untuk menjawab kebutuhan mobilitas masyarakat,” ujar Bobby. Selain perpanjangan peron, proyek juga mencakup pembangunan kanopi baru yang terhubung dengan area selasar stasiun serta penyesuaian infrastruktur pendukung lainnya.
Peningkatan kapasitas tersebut dilakukan seiring terus bertambahnya jumlah pengguna Bogor Line dalam beberapa tahun terakhir. Data KAI menunjukkan volume pelanggan mencapai lebih dari 155 juta perjalanan sepanjang 2025, naik dari sekitar 146 juta perjalanan pada 2024. Hingga April 2026, jumlah pelanggan telah menembus 51,8 juta perjalanan. Dalam tiga tahun terakhir, jumlah pengguna Bogor Line meningkat sekitar 52,9 juta pelanggan atau tumbuh hampir 52 persen.
Tingginya mobilitas juga terlihat di Stasiun Bogor yang menjadi salah satu simpul utama jaringan Commuter Line Jabodetabek. Sepanjang 2025, stasiun ini melayani lebih dari 18 juta pelanggan yang masuk maupun keluar area stasiun. Saat ini terdapat 392 perjalanan Commuter Line setiap hari kerja dan 373 perjalanan pada akhir pekan yang dilayani dari stasiun tersebut, menjadikannya salah satu stasiun dengan aktivitas operasional tertinggi di kawasan Jabodetabek.
KAI juga terus memperkuat konektivitas perjalanan melalui Stasiun Bogor Paledang yang terhubung dengan Stasiun Bogor melalui skybridge. Konektivitas tersebut memudahkan perpindahan penumpang menuju layanan KA Pangrango tujuan Sukabumi yang jumlah pelanggannya terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Pengembangan kapasitas dan integrasi antarmoda diharapkan mampu mendukung mobilitas masyarakat yang semakin tinggi di koridor Bogor dan wilayah selatan Jawa Barat.
Editor: Yudistiro Pranoto