JAKARTA, iNews.id - Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Kemenko PM) menggelar Public Hearing bertajuk “Penguatan dalam Perspektif Praktisi dan Pengusaha Industri Gim” di Kantor Kemenko PM, Selasa (31/3/2026). Forum ini menjadi wadah bagi pemerintah untuk menyerap langsung masukan dari pengembang, investor, dan pelaku industri gim nasional.
Deputi Bidang Koordinasi Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat dan Pelindungan Pekerja Migran Kemenko PM, Leontinus Alpha Edison, menyampaikan bahwa subsektor gim menunjukkan pertumbuhan signifikan. Pada 2025, nilai ekspor pengembang gim Indonesia tercatat mencapai 60,8 juta dolar AS, menjadikannya kontributor ekspor terbesar keempat di sektor ekonomi kreatif.
Meski demikian, ia menyoroti pangsa pasar gim lokal di dalam negeri yang masih sekitar 1 persen, dengan dominasi produk impor. “Kita ingin gim buatan lokal menjadi tuan rumah di negeri sendiri dan mampu bersaing di tingkat global,” ujarnya.
Leontinus menegaskan pentingnya partisipasi publik dalam penyusunan kebijakan. Dalam forum tersebut, pemerintah menempatkan diri sebagai pendengar untuk menggali berbagai persoalan di lapangan, mulai dari keterbatasan pendanaan hingga dominasi publisher asing. Hasil diskusi akan dirumuskan menjadi rekomendasi kebijakan konkret.
CEO Toge Productions, Kris Antoni Hadiputra, mengapresiasi inisiatif tersebut. “Forum seperti ini memberikan harapan bahwa kebijakan ke depan akan lebih sesuai dengan kondisi di lapangan,” katanya.
Kegiatan ini turut menghadirkan sejumlah pelaku industri, termasuk perwakilan pemerintah, investor, dan studio gim. Pemerintah berharap dialog ini dapat menjadi langkah awal untuk memperkuat ekosistem gim nasional agar lebih kompetitif di pasar global.
Editor: Yudistiro Pranoto