YANGON, iNews.id - Militer Myanmar melakukan kudeta, mengambil alih kekuasaan dari pemimpin sipil Aung San Suu Kyi. Mereka lebih dulu menangkap Suu Kyi dalam operasi militer pada Senin (1/2/2021) dini hari.
Perempuan 75 tahun itu ditahan bersama para pejabat pemerintah, termasuk Presiden Win Myint, serta para pimpinan partai berkuasa, Liga Nasional untuk Demokrasi (NLD), terkait tuduhan kecurangan pemilu November 2020.
Dalam keterangan yang disiarkan stasiun televisi milik militer, keadaan darurat diberlakukan selama setahun.
Sementara itu sambungan telepon ke Ibu Kota Naypyitaw serta kota pusat ekonomi Yangon terputus.
Stasiun televisi pemerintah tidak melakukan siaran dengan alasan ada kendala teknis. Kantor stasiun televisi itu juga dijaga ketat tentara. Tentara juga menjaga Balai Kota Yangon.
Editor: Anton Suhartono