Viral Video Giancarlo Esposito Akui Allah SWT Satu-satunya Tuhan, Bukti Resmi Mualaf?
JAKARTA, iNews.id - Aktor HollywoodGiancarlo Esposito mendadak menjadi sorotan usai kabar dirinya mualaf viral di media sosial. Bahkan, terbaru sang aktor menyampaikan bahwa Allah SWT satu-satunya Tuhan.
Dalam cuplikan video viral, Giancarlo Esposito terdengar menyinggung konsep ketuhanan tunggal dan pengalaman batin saat berada di Maroko dengan budaya yang menurutnya penuh nilai spiritual.
Pernyataan itu kemudian memicu spekulasi warganet bahwa sang aktor telah menjadi mualaf. Namun hingga saat ini, belum ada konfirmasi resmi dari Esposito maupun pihak manajemennya terkait klaim tersebut.

Dalam video yang beredar, Esposito sempat mengucapkan pandangan spiritualnya yang kini ramai dikutip publik. Apa katanya?
"Untuk saya, saya sangat gembira datang ke negara yang mempunyai penyembuhan (Maroko). Untuk saya, penyembuhan adalah segalanya," kata Esposito, dikutip Senin (22/6/2026).
Dia juga menyinggung konsep ketuhanan yang kemudian menjadi sorotan. "Untuk merasakan tenang dan damai, Anda harus memahami bahwa hanya ada satu Tuhan, satu Allah SWT, dan Muhammad SAW segalanya," ucapnya.
Pernyataan tersebut langsung memicu interpretasi beragam di media sosial, terutama karena dianggap sebagai pengakuan terhadap konsep tauhid dalam Islam. Namun sebagian pihak menilai ucapan itu lebih sebagai refleksi spiritual dan pengalaman lintas budaya, bukan pernyataan resmi mengenai perubahan keyakinan.
Lebih lanjut, Esposito juga mengungkapkan kekagumannya terhadap masyarakat dan budaya yang ia temui di Maroko. "Anda membesarkan saya, Anda membangkitkan saya, dan jika saya benar-benar melihat, saya melihat kebenaran secara organik dan indah."
Ia juga menyoroti pentingnya kedamaian batin dalam kehidupan manusia, "Rasa aman datang dari dalam. Jika Anda menjadi damai, dunia di sekitar Anda menjadi damai."
Hingga kini, isu yang menyebut Giancarlo Esposito telah menjadi mualaf masih belum dapat dipastikan kebenarannya. Tidak terdapat pernyataan resmi yang mengonfirmasi perubahan keyakinan tersebut, sehingga informasi yang beredar masih berada pada ranah dugaan dan interpretasi publik.
Editor: Muhammad Sukardi