Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Dokter Tegaskan Filler Memperbesar Payudara Tidak Hilang dalam Tubuh, Ini Penjelasannya
Advertisement . Scroll to see content

Tragis! Bos Estée Lauder Kendal Ascher Meninggal Dunia usai Suntik Filler

Kamis, 18 Juni 2026 - 15:05:00 WIB
Tragis! Bos Estée Lauder Kendal Ascher Meninggal Dunia usai Suntik Filler
Kendal Ascher, bos Estee Lauder, meninggal dunia usai filler. (Foto: X)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Kabar duka datang dari dunia kecantikan global. Kendal Ascher, eksekutif senior perusahaan kosmetik ternama Estée Lauder Companies, meninggal dunia secara tragis pada usia 56 tahun setelah mengalami komplikasi serius akibat prosedur suntik filler kosmetik.

Berdasarkan laporan terbaru dari pemeriksa medis Kota New York yang dirilis pekan ini, Ascher meninggal pada 25 Februari 2026 akibat gagal napas akut yang dipicu emboli paru. Kondisi tersebut disebut berkaitan dengan keberadaan material asing di dalam tubuh yang diduga berasal dari prosedur filler kosmetik.

Pemeriksa medis menyimpulkan bahwa kematian Ascher merupakan kecelakaan (accidental death). Mengacu pada laporan New York Post, hasil investigasi tersebut telah disampaikan kepada keluarga dan orang-orang terdekatnya.

Ascher dikenal sebagai sosok penting di industri kecantikan. Dia menjabat sebagai Vice President di Estée Lauder dan memiliki karier panjang di sektor beauty serta luxury brand.

Suami Ascher, William Howe, mengaku terkejut dengan hasil laporan medis tersebut. Menurutnya, dia tidak mengetahui bahwa sang suami pernah menjalani prosedur suntik filler sebelum meninggal dunia.

Howe mengungkapkan bahwa sekitar lima bulan sebelum kejadian, mereka memang menjalani prosedur Botox bersama. Namun, Botox berbeda dengan filler karena tidak menggunakan bahan pengisi jaringan seperti yang biasa digunakan dalam prosedur estetika wajah.

"Sangat menyedihkan. Saya menyaksikannya langsung. Semuanya terjadi begitu cepat," kata Howe kepada media setempat.

Dia menceritakan, pada dini hari sebelum meninggal, Ascher baru saja selesai mandi dan mengeluhkan rasa pusing atau kepala terasa ringan. Karena tidak enak badan, dia sempat duduk untuk beristirahat.

Setelah beberapa menit, Howe membantu Ascher berdiri untuk menuju kamar tidur. Namun, mereka hanya sempat berjalan beberapa langkah sebelum Ascher meminta berhenti.

"Dia berkata, 'Tunggu'," kenang Howe.

Tak lama setelah itu, tubuh Ascher tiba-tiba lemas dan jatuh tak sadarkan diri. Howe mengatakan tidak menemukan denyut nadi pada suaminya dan kondisinya langsung tidak responsif.

"Semuanya terjadi dalam waktu sekitar delapan detik," ujarnya.

Emboli paru merupakan kondisi serius yang terjadi ketika pembuluh darah di paru-paru tersumbat, sehingga aliran darah dan pasokan oksigen terganggu. Dalam kasus tertentu, material asing yang masuk ke aliran darah dapat memicu penyumbatan dan berujung pada komplikasi fatal.

Kasus meninggalnya Kendal Ascher menjadi perhatian publik karena menyoroti risiko yang dapat muncul dari prosedur estetika, meski umumnya tindakan tersebut dianggap aman jika dilakukan sesuai standar medis. Hingga kini belum diungkap secara rinci kapan dan di mana prosedur filler yang diduga terkait dengan kematiannya dilakukan.

Editor: Muhammad Sukardi

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut