Titiek Puspa di Era 1950-an, Penyanyi Istana Kesayangan Presiden Soekarno
JAKARTA, iNews.id - Nama Titiek Puspa sudah tidak asing lagi di dunia hiburan Tanah Air. Di belantika musik Indonesia, pemilik nama asli Sudarwati tersebut telah banyak mengeluarkan karya-karya legendaris yang tak lekang oleh waktu.
Karya-karya yang tak lekang oleh waktu itu di antaranya ada lagu Si Hitam dari album berjudul sama yang melambungkan namanya. Kemudian ada lagu Apanya Dong dan Kupu-kupu Malam yang hingga saat ini masih kerap diputar atau dinyanyikan di berbagai tempat.
Memulai karier sejak 1952, Titiek Puspa telah memutuskan menjadi seorang entertainer pada usia 14 tahun. Dia menggunakan nama panggung Titiek Puspa, yang berasal dari Titiek yang merupakan nama panggilannya sehari-hari dan Puspa dari Puspo dari nama ayahnya, Tugeno Puspowidjojo.
Selain sering tampil di layar kaca dan layar lebar sebagai seorang aktris, perempuan 83 tahun ini rupanya pernah menjadi penyanyi langganan Istana di masa kepemimpinan Presiden Soekarno. Beberapa waktu lalu, Titiek sempat mengenang momen-momen bersejarah itu, ketika sang presiden menghampirinya dan menyebut namanya.
“Kalau begitu, mulai hari ini kamu jadi penyanyi Istana, langsung di wisuda. Yaitu yang bikin aku semangat lagi, itu tahun 1960-an,” kenang Titiek Puspa seperti dikutip dari wawancaranya yang diunggah di YouTube pada satu tahun silam, dilansir Minggu (20/6/2021).
Pada era itu, Titiek Puspa muda menyanyi tak hanya untuk menghibur kepala negara, tetapi juga para tamu-tamu dari berbagai negara yang datang ke Istana. Kenangan bertemu dengan Presiden Soekarno dan menjadi seorang penyanyi Istana, hingga saat ini tak dapat dilupakan oleh Titiek Puspa.
“Aku hampir enggak bisa berdiri. Ya Allah, ya Allah, ini apa Tuhan? Benar atau enggak?” ujarnya, mengingat momen-momen itu.
Selain itu, Titiek Puspa juga pernah menyanyikan lagu ciptaan Presiden Soekarno berjudul Bersuka Ria yang ada pada album kompilasi Mari Bersuka Ria dengan Irama Lenso (1965). Lagu tersebut tak hanya dinyanyikan oleh Titiek Puspa, tetapi juga oleh Bing Slamet, Rita Zahara, dan Nien Lesmana, diiringi orkes pimpinan Jack Lesmana.
Editor: Elvira Anna