Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Terry Putri Pulang Kampung, Tak Sabar Jalani Ramadan 2026 di Indonesia
Advertisement . Scroll to see content

Terry Putri Ungkap Perjuangan Puasa di AS, Susah Cari Makanan Halal hingga Tempuh 70 Km untuk Tarawih

Sabtu, 14 Februari 2026 - 20:30:00 WIB
Terry Putri Ungkap Perjuangan Puasa di AS, Susah Cari Makanan Halal hingga Tempuh 70 Km untuk Tarawih
Presenter Terry Putri mengungkap perjuangannya menjalani puasa di Amerika Serikat (AS) setelah memilih merantau. (Foto: Instagram)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id – Presenter Terry Putri mengungkap perjuangannya menjalani puasa di Amerika Serikat (AS) setelah memilih merantau di Negeri Paman Sam sejak beberapa tahun terakhir. Dia merasakan langsung tantangan menjadi muslim minoritas, terutama saat bulan suci Ramadan. Tahun ini, dia bersyukur bisa kembali merasakan suasana Ramadan di Indonesia.

Perjuangan puasa di AS diakui Terry bukan hal mudah. Selain perbedaan budaya, keterbatasan fasilitas ibadah dan makanan halal menjadi tantangan tersendiri baginya. Dia harus beradaptasi dengan kondisi yang jauh berbeda dibandingkan saat berada di Tanah Air.

Salah satu kesulitan terbesar adalah mencari makanan halal. Menurut dia, akses makanan halal di beberapa wilayah Amerika Serikat sangat terbatas sehingga membutuhkan usaha ekstra.

"Banyak banget bedanya. Cari halal saja cari berkah kan susah ya, benar-benar harus berjuang. Kalau di negara sendiri kan luas banget," ujar Terry Putri di Bintaro, Tangerang Selatan, belum lama ini.

Tak hanya soal makanan, ibadah Tarawih pun menjadi tantangan. Dia mengungkapkan harus menempuh perjalanan antar kota demi bisa melaksanakan salat Tarawih berjamaah di masjid.

"Kalau mau Tarawih saja mesti antar kota, karena satu state (negara bagian) itu cuma ada satu masjid. Jadi mesti sekitar 60 km atau 70 km. Tapi di sana Tarawihnya satu juz per hari, imamnya orang Iran," katanya.

Perjalanan puluhan kilometer tersebut menjadi bagian dari perjuangan puasa di AS yang tak terlupakan bagi Terry. Dia harus meluangkan waktu dan tenaga lebih hanya untuk bisa merasakan suasana Ramadan bersama sesama muslim.

Tantangan lain muncul saat dia bekerja sebagai kurir makanan di Amerika Serikat. Dalam kondisi berpuasa, dia tetap harus profesional menjalankan tugasnya mengantar pesanan pelanggan.

"Aku kan kerja kurir makanan, jadi harus nganter wangi-wangi makanan di mobil. Terus aku mesti milih yang diantar ini non-halal apa enggak, karena kan lagi puasa, takutnya enggak berkah kalau nganter babi," ujarnya.

Menurut Terry, pengalaman tersebut justru menguatkan mental dan spiritualnya. Dia belajar tentang arti perjuangan, toleransi, serta pentingnya menjaga prinsip di tengah keterbatasan.

Kini, dia merasa bersyukur bisa kembali menjalani Ramadan di Indonesia dengan suasana yang lebih hangat dan penuh kemudahan. Bagi Terry, pengalaman perjuangan puasa di AS menjadi pelajaran berharga yang tidak akan pernah dia lupakan.

Editor: Dani M Dahwilani

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut