Soal Iis Dahlia Suka Pakai Bahasa Bebancian, Lutfi Agizal: Tapi Kata-katanya Enggak Kasar
JAKARTA, iNews.id - Lutfi Agizal mengadukan penggunaan kata anjay ke Komnas Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) beberapa waktu lalu. Hal ini membuat kekasih dari putri Iis Dahlia, Salshadilla Juwita tersebut menjadi perbincangan hangat.
Lutfi pun menerima banyak sekali hujatan dari berbagai pihak, dari warganet hingga figur publik ternama. Dia pun mulai angkat bicara kala diundang dalam podcast Deddy Corbuzier.
Sebelumnya, Deddy sempat menanyakan mengenai kelanjutan hubungannya dengan Salsha. Lutfi pun mengakui bahwa hingga kini, hubungannya dengan putri pedangdut Iis Dahlia tersebut masih baik-baik saja.
Lebih dari itu, Deddy pun menyinggung mengenai bahasa yang kerap digunakan. Seperti diketahui, sosok Iis memang kerap menggunakan bahasa bebancian ketika tampil di layar kaca.
"Bukannya Tante Iis Dahlia itu kalau ngomong juga bahasanya bebancian semua?" kata Deddy seperti dikutip iNews.id pada Selasa (1/9/2020).
Menanggapi pertanyaan tersebut, Lutfi sempat menepisnya dengan mengatakan bahwa Iis Dahlia tak melakukan hal tersebut di depan umum. Secara cepat Deddy pun mengatakan bahwa hal tersebut bahkan kerap dilakukan Iis ketika berada di layar kaca.
"Tapi kan tidak di depan umum?" kata Lutfi.
"Apa, di televisi begitu," kata Deddy.
"Tapi kan kata-katanya enggak kasar," ucap Lutfi.
Deddy menuturkan bahwa kata bebancian yang kerap digunakan Iis pun bersifat multitafsir seperti kata anjay yang kini tengah dipermasalahkan Lutfi. Namun, Lutfi kembali menepisnya dengan mengatakan bahwa selama kata-kata tersebut berarti positif, maka hal itu bukanlah sebuah masalah.
"Tapi kan kata-katanya juga gitu kan, bebancian-bebancian gitu kan," kata Deddy.
"Multitafsirnya kalau itu positif, enggak ada masalah toh, kan digunakan dengan cara yang positif. Yang gue takutin kalimat yang bisa multitafsir ini untuk menghujat orang, hanya itu," ucap Lutfi.
Lutfi menjelaskan bahwa hal yang dilakukannya saat ini merupakan bentuk edukasi yang diberikannya agar masyarakat dapat lebih berpikir bijak dalam menggunakan kalimat apa pun. Menurutnya, hal itu diperlukan agar masyarakat dapat memilah dan mempertimbangkan situasi ketika akan menggunakan sebuah kata saat berbicara maupun bersosial media.
"Edukasi gue ini mengangkat untuk orang lebih berpikir lagi ketika menggunakan kalimat apa pun, salah satunya juga anjay. Untuk mempertimbangkan lagi tempatnya tepat enggak di sosial media, tujuannya ke orang yang kenal apa tidak, kalau di real life untuk menghujat orang atau untuk kagum," kata Lutfi.
Editor: Tuty Ocktaviany