Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Kemenpora Apresiasi Forum Pelajar SDGs Batch 3: Dorong 66,8 Juta Pemuda Peduli Lingkungan
Advertisement . Scroll to see content

Seru! Festival Lingkungan dan Kelestarian Alam Jadi Daya Tarik, Plastik PET Dijadikan Fashion 

Sabtu, 10 Agustus 2024 - 21:55:00 WIB
Seru! Festival Lingkungan dan Kelestarian Alam Jadi Daya Tarik, Plastik PET Dijadikan Fashion 
Seru! Festival Lingkungan dan Kelestarian Alam Jadi Daya Tarik, Plastik PET Dijadikan Fashion (Foto: Ist)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Tren fashion belakangan ini mengalami perkembangan signifikan. Para desainer dan pelaku fashion berlomba-lomba menghadirkan karya menarik yang ramah lingkungan.

Ya, karya ramah lingkungan ini bisa Anda temukan di berbagai acara fashion show. Namun, kali ini fashion lokal ramah lingkungan yang unik juga bisa Anda temukan di kegiatan Festival Lingkungan dan Kelestarian Alam (LIKE) 2024.

Acara yang mengusung tema 10 Tahun Perjalanan Menuju Keberlanjutan ini menjadi wujud nyata dalam mendukung kesejahteraan masyarakat, yang selaras dengan upaya adaptasi dan mitigasi terkait perubahan iklim, perlindungan lingkungan, pengelolaan hutan kawasan lestari, serta partisipasi masyarakat dalam kerja lingkungan dan iklim.

Menariknya di festival ini pengunjung bisa melihat karya fashion terbuat dari plastik PET (Polyethylene Terephthalate).  Karya ini menggunakan bahan daur ulang dari botol plastik atau kemasan PET dan dibuat menjadi pakaian dan aksesori. Karya ini menjadi bagian dari tren fashion berkelanjutan yang bertujuan mengurangi limbah plastik dan mempromosikan penggunaan kembali bahan. 

Penasaran seperti apa festival lingkungan yang menjadi daya tarik baru bagi masyarakat ini? Berikut ulasannya.

Festival lingkungan dan Kelestarian Alam ini diselenggarakan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), berlangsung dari 8 hingga 11 Agustus, di Jakarta Convention Center (JCC),

Festival ini digelar sebagai ajang untuk memperlihatkan komitmen dan pencapaian dalam menjaga lingkungan, mendukung teknologi ramah iklim, serta memperkuat kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta. Selain itu, festival ini juga diisi sejumlah kegiatan, seperti gelar wicara, pameran, demo inovasi, dan ruangan konsultasi yang berkaitan dengan lingkungan hidup.

Pameran ini juga merupakan bagian dalam rangka menuju COP ke-29 UNFCCC 2024 yang akan berlangsung di Baku, Azerbaijan, pada pertengahan November 2024 mendatang.

Salah satu area yang menarik perhatian pengunjung adalah produk fashion yang terbuat dari plastik pet yang menjadi program Le Minerale menjalankan Gerakan Ekonomi Sirkular Nasional (GESN) yang terintegrasi dan sejalan dengan Permen P75/2019 tentang Peta Jalan Pengurangan Sampah melalui Gerakan Ekonomi Sirkular Nasional. 

Selama kurang lebih 3 tahun berjalan, perusahaan air minum kemasan ini berhasil menarik kembali sebanyak lebih dari 35.000 ton sampah botol dan galon plastik PET. "Ini merupakan pencapaian yang baik dan menunjukan sampah plastik PET bernilai tinggi dan berkontribusi pada roda industri daur ulang,” kata Irene Atmadja, sustainability manager Le Minerale melalui keterangannya belum lama ini.

Program GESN merupakan program integrated closed loop pertama yang dilakukan oleh perusahaan lokal milik Indonesia. “Kami telah melakukan upaya terintegritas dari hulu ke hilir, mulai dari edukasi pilah sampah dari rumah hingga upaya daur ulang PET dengan hadirnya PT. Bumi Indus Padma Jaya, sebagai pabrik daur ulang foodgrade yang mengolah bekas plastik PET menjadi bahan baku baru yang kemudian diolah menjadi botol Le Minerale baru dan produk lainnya termasuk produk fashion,” kata Irene.

Salah satu bentuk nyata dari Integrated Closed Loop Circular Economy tersebut adalah hasil kolaborasi dengan beberapa brand fashion terkemuka yang mengolah plastik PET menjadi baju, jaket, sepatu, dan lain sebagainya. Beberapa brand tersebut  di antaranya adalah Aerostreet, Cosmonauts dan berbagai brand lainnya. 

"Sejak 2021, kami telah berusaha untuk menunjukkan secara nyata bagaimana plastik PET dapat didaur ulang dan diolah menjadi produk-produk harian, seperti sepatu hasil kolaborasi kami dengan Aerostreet dan kaos hasil kolaborasi kami dengan Cosmonaut. Hal tersebut merupakan komitmen kami untuk mendukung gerakan ekonomi sirkular, sekaligus menjadi alasan kuat mengapa dua tahun ini kami terus hadir dan berpartisipasi di Festival LIKE," katanya.

"Kami ingin terus mengedukasi konsumen dengan cara yang kreatif kemasan plastik PET dapat diubah menjadi produk baru yang berguna dan stylish. Kami pun akan segera meluncurkan produk fesyen hasil kolaborasi terbaru dengan brand lokal seperti Pijakbumi dan Kivee," ujarnya.

Ditemui pada momen yang sama, Vinda Damayanti, Direktur Pengurangan Sampah Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) mengungkapkan  apresiasinya.

Dia menyatakan, inovasi berupa kreasi daur ulang plastik ini bermanfaat sekaligus memiliki nilai estetika sehingga menjadi produk baru yang bernilai tinggi. "Semoga komitmen ini dapat terus mengedukasi masyarakat dengan cara yang kreatif dan dapat menjadi inspirasi serta panutan bagi Industri karena upaya ini sangat efektif dalam pengelolaan sampah plastik," ujar Vinda.

Editor: Vien Dimyati

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut