Seniman Djaduk Ferianto Meninggal Dunia, Tompi: Beliau Mengajari Tanpa Menggurui
JAKARTA, iNews.id - Industri hiburan Tanah Air kembali berduka dengan kehilangan salah satu seniman terbaik. Gregorius Djaduk Ferianto telah meninggal dunia pada usia 55 tahun di Bantul, Yogyakarta, 13 November 2019.
Tentunya, sosok Djaduk memiliki tempat di hati para musisi maupun pembuat seni. Salah satunya adalah Tompi, yang tak hanya penyanyi tetapi juga seorang sutradara.
"Selamat berpulang mas Djaduk Ferianto... kearifan budi dan hangatnya tuan akan selalu manis dikenang," kata Tompi seperti dikutip dari akun Twitter pribadinya, Rabu (13/11/2019).
Dia mengungkapkan, bahwa pria kelahiran Yogyakarta tersebut adalah sosok yang hangat dan suka mengajari tanpa menggurui.
Bahkan, pelantun Menghujam Jantungku itu mengatakan, bahwa seharusnya minggu depan dia tampil bersama di perhelatan Ngayogjazz 2019.
"Minggu depan seharusnya perform di Ngayogjazz 2019, biasanya duduk-duduk ngopi ngobrol lama sama mas Djaduk sebelum naik panggung. Mendengar ceritanya ttg bagaimana bahagianya warga desa mensupport perhelatan jazz itu. Beliau mengajari tanpa menggurui. RIP, mas," kenang Tompi lagi.
Djaduk Ferianto telah dikenal sebagai seorang aktor, sutradara dan musikus yang berkiprah di industri ini skala nasional sejak tahun 1996.
Walaupun demikian, kiprahnya di belantika musik jauh sebelum itu, yakni pada tahun 1972, dimana dia sering menggarap ilustrasi musik sinetron, jingle iklan, penata musik pementasan teater, hingga tampil bersama kelompoknya dalam pentas musik di berbagai negara.
Selama hidupnya, dia telah menyutradarai beberapa pertunjukan teater serta juga tercatat pernah membintangi film. Salah satunya yang legendaris adalah Petualangan Sherina (2000), di mana ia berperan sebagai penculik Sherina dan Sadam (Derby Romero).
Editor: Adhityo Fajar