Sarwendah Bantah Pesugihan di Gunung Kawi, Ini Klarifikasinya!
JAKARTA, iNews.id - Nama Sarwendah tengah menjadi sorotan publik setelah muncul rumor yang menuding dirinya melakukan ritual pesugihan di Gunung Kawi, Malang, Jawa Timur. Isu tersebut viral di media sosial.
Menanggapi kabar tersebut, Sarwendah akhirnya buka suara. Dia menyampaikan klarifikasi melalui Instastory terbaru. Bagaimana penjelasannya?
Klarifikasi Sarwendah Bantah Pesugihan di Gunung Kawi
Melalui unggahan Instastory, Sarwendah menyampaikan dengan tegas bahwa kabar pesugihan di Gunung Kawi adalah fitnah. Ini sekaligus membantah kabar miring yang viral di media sosial.
"Ini kami syuting horor sampai kemana-mana. Nyawa rasanya sudah tidak berharga saking bahayanya, tapi fitnahnya gak kelar-kelar, ya," ujar Sarwendah, dikutip Selasa (19/5/2026).
Lebih lanjut, kuasa hukum Sarwendah, Abraham Simon membenarkan bahwa Sarwendah memang pernah mendatangi kawasan Gunung Kawi sekitar tahun 2021 atau 2022. Namun, kedatangan itu disebut bukan untuk menjalani ritual pesugihan seperti yang ramai dituduhkan.
Abraham Simon menjelaskan, kehadiran Sarwendah di lokasi tersebut merupakan bagian dari kegiatan syuting konten horor yang memang pernah dijalani kliennya bersama tim produksi.
Pihak Sarwendah juga menyoroti video viral dari Pesulap Merah yang menyeret nama ibu tiga anak tersebut dalam pembahasan mengenai Gunung Kawi. Saat ini, tim kuasa hukum masih mempelajari isi video tersebut untuk melihat ada atau tidaknya unsur pencemaran nama baik.
Jika ditemukan indikasi fitnah atau penyebaran informasi yang merugikan, Sarwendah disebut tidak menutup kemungkinan akan mengambil langkah hukum terhadap pihak-pihak terkait.
Gunung Kawi sendiri memang dikenal luas di masyarakat karena kerap dikaitkan dengan berbagai mitos pesugihan dan ritual mistis. Hal itu membuat sejumlah figur publik yang pernah datang ke lokasi tersebut kerap ikut terseret rumor serupa.
Meski begitu, hingga kini tidak ada bukti yang mendukung tudingan bahwa Sarwendah melakukan praktik pesugihan di Gunung Kawi.
Editor: Muhammad Sukardi