Sabrina Carpenter Minta Maaf usai Sebut Zaghrouta Aneh di Panggung Coachella 2026
JAKARTA, iNews.id - Penyanyi Sabrina Carpenter meminta maaf secara terbuka usai menyebut budaya Zaghrouta aneh di panggung Coachella 2026. Dia menyesali perbuatannya.
Pernyataan minta maaf dari Sabrina Carpenter disampaikan melalui unggahan X. Di situ dia menegaskan sekali lagi bahwa tidak ada maksud menjelek-jelekkan suatu budaya apa pun.
"Saya mohon maaf, saya tidak melihat orang itu dengan mata saya dan tidak dapat mendengar dengan jelas," kata Sabrina, dikutip Minggu (12/4/2026).
"Reaksi saya murni kebingungan, sarkasme, dan bukan bermaksud buruk. Seharusnya saya bisa menanganinya dengan lebih baik.Sekarang saya tahu apa itu Zaghrouta!" tambahnya.
Pakai Gaun Berkilau, Potret Sabrina Carpenter Curi Perhatian di Grammy Awards 2026
Dalam pernyataan yang sama, Sabrina menjelaskan bahwa mulai dari sekarang dia akan menerima semua sorakan dan yodel dari penonton. Ini sebagai bentuk pembelajaran dari kejadian viral sebelumnya.
5 Artis Tampil Berani di Met Gala 2025, Lisa BLACKPINK hingga Sabrina Carpenter
"Saya menerima semua sorakan dan yodel mulai sekarang," katanya.
Ya, sebelumnya Sabrina Carpenter dihujat netizen seluruh dunia. Dia dianggap tidak sopan karena menilai budaya Zaghrouta aneh. Momen itu terjadi ketika dia tampil di panggung Coachella 2026.
Lirik dan Makna Lagu Bad Chem - Sabrina Carpenter yang Viral di TikTok
Jadi, ketika Sabrina tengah tampil di hadapan ribuan penonton, dia tiba-tiba mendengar suara teriakan bernada tinggi dari arah penonton. Alih-alih menganggapnya sebagai bagian dari antusiasme penonton, dia justru terlihat kebingungan.
"I think I heard someone yodel. I don't like it," ujarnya di atas panggung.
Ucapan itu sontak memicu reaksi dari penonton. Beberapa orang mencoba menjelaskan bahwa suara tersebut bukan yodeling, melainkan bentuk selebrasi budaya. Namun, Sabrina kembali merespons dengan nada ragu.
"Is that your culture? This is weird," katanya.
Momen singkat itu kemudian direkam dan menyebar luas di media sosial. Dalam hitungan jam, video tersebut viral dan menuai beragam reaksi dari warganet di berbagai negara.
Editor: Muhammad Sukardi