Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Buntut Kisruh Pencabutan Mualaf Richard Lee, MCI Ngaku Jadi Salah Sasaran Amarah Netizen
Advertisement . Scroll to see content

Richard Lee Disebut Tak Pernah Minta Sertifikat Mualaf, Reaksi Doktif Makin Panas

Kamis, 07 Mei 2026 - 16:28:00 WIB
Richard Lee Disebut Tak Pernah Minta Sertifikat Mualaf, Reaksi Doktif Makin Panas
Doktif menanggapi pernyataan kuasa hukum Richard Lee, Abdul Haji Talaohu, yang menyebut kliennya tidak pernah meminta sertifikat mualaf. (Foto: Instagram)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Perseteruan antara Richard Lee dengan Doktif berlum mereda. Kali ini, Doktif menanggapi pernyataan kuasa hukum Richard Lee, Abdul Haji Talaohu, yang menyebut kliennya tidak pernah meminta sertifikat mualaf kepada Hanny Kristianto alias Koh Hanny.

Doktif menilai pernyataan tersebut sebagai kebohongan besar. Dia pun meminta pihak pengacara menggunakan logika dan akal sehat dalam membela kliennya.

"Itu adalah kebohongan besar. Kenapa? Tidak mungkin Koh Hanny tiba-tiba memberikan sertifikat mualaf jika tidak diminta. Logikanya, kalau kalian bikin SIM, kalian enggak bikin SIM, mungkin enggak polisi tiba-tiba ngasih Surat Izin Mengemudi ke kalian? Logikanya dipakai," ujar Doktif di Polres Metro Jakarta Selatan, Kamis (7/5/2026).

Doktif mengaku menyayangkan pernyataan Abdul Haji yang dinilai tidak adil dalam melihat pengakuan kliennya. Dia menilai, sebagai kuasa hukum, Abdul Haji seharusnya tetap mempertimbangkan logika dasar terkait pemberian dokumen tersebut.

"Logika Anda dipakai. Anda lawyer yang membela klien, boleh. Tapi gunakan juga akal sehat Anda. Jangan semua omongannya klien Anda itu Anda telan mentah-mentah. DRL sendiri yang meminta sertifikat itu, baru saudara Koh Hanny ngasih," katanya.

Sebelumnya, Abdul Haji Talaohu selaku kuasa hukum Richard Lee justru melihat adanya dugaan fitnah yang dilayangkan Doktif terkait keputusan kliennya menjadi mualaf.

Dia menegaskan, Richard Lee tidak pernah meminta penerbitan sertifikat mualaf dari pihak mana pun. Menurut Abdul Haji, perjalanan spiritual seseorang merupakan urusan pribadi antara hamba dengan Tuhan.

"Dokter tidak pernah meminta sertifikat itu karena ya mualafnya tidak, ya mungkin soal administrasi saja ya kalau sertifikat itu ya, tapi kalau keislaman dia kan tidak bergantung soal dokumen itu," ucap Abdul Haji.

Editor: Dani M Dahwilani

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut