Rachel Vennya Diduga Alami Kekerasan Fisik hingga Mata Bonyok, Faktanya Mengejutkan!
JAKARTA, iNews.id - Beredar di media sosial foto viral memperlihatkan wajah diduga Rachel Vennya dengan kondisi area mata bonyok. Mantan istri Niko Al Hakim alias Okin itu diduga mengalami kekerasan fisik.
Di foto tersebut perempuan diduga Rachel Vennya tampak menangis seraya memperlihatkan area mata yang sudah ungu lebam. Bawa matanya bengkak, dengan bola mata merah.
Tidak dijelaskan lebih lanjut mengenai keterangan foto tersebut. Hingga berita ini dibuat Rachel pun belum berbicara ke publik tentang kebenaran kabar ini.
Di sisi lain, kuasa hukum Rachel Vennya, Sangun Ragahdo, mengaku belum mendapatkan informasi langsung dari kliennya terkait dugaan tersebut. Jika memang benar ada tindakan kekerasan, pihaknya tidak akan tinggal diam.
Rachel Vennya Habiskan Rp4 Miliar untuk Renovasi Rumah, Endingnya Mau Dijual Okin!
"Kalau dugaan kekerasan, jujur saya belum monitor. Saya juga nggak 24 jam bersama klien saya," ujar Ragahdo dikutip dari tayangan Intens Investogasi, Selasa (7/4/2026).
Ia menegaskan hingga saat ini belum ada konfirmasi resmi dari Rachel terkait isu kekerasan itu. Terkait beredarnya foto yang disebut menunjukkan kondisi mata lebam Rachel, Ragahdo juga mengaku belum menelusuri lebih jauh.
Tak Lagi Kompromi! Rachel Vennya Siap Rebut Hak Asuh Anak dari Okin
"Saya nggak monitor juga. Untuk isu-isu media sosial, saya nggak terlalu mengikuti, karena fokus ke permasalahan hukumnya," jelasnya.
Meski belum ada konfirmasi soal kekerasan tersebut, Ragahdo menegaskan tidak akan membiarkan jika betul kekerasan terjadi pada kliennya. Namun ia menekankan bahwa penting melakukan verifikasi sebelum mengambil langkah hukum.
"Kalau memang betul ada kekerasan, ya, tentu tidak boleh didiamkan. Itu harus dikonfirmasi dulu, apakah benar atau tidak, atau hanya hoaks,” tambahnya.
Di sisi lain, Ragahdo juga menyebut hingga saat ini tidak ada indikasi ancaman atau teror terhadap Rachel. Ia memastikan sejauh ini kondisi kliennya aman di tengah polemik yang terjadi.
"Saya sih nggak mendalami soal itu, tapi seharusnya aman-aman saja," katanya.
Editor: Muhammad Sukardi