Poppy Dharsono Ultah ke-75, Dedikasi untuk Fashion Indonesia Tak Kenal Waktu!
JAKARTA, iNews.id – Ulang tahun ke-75 menjadi momen refleksi bagi desainer senior Poppy Dharsono atas perjalanan panjangnya membangun industri fashion Indonesia. Alih-alih mengurangi aktivitas, Poppy justru menegaskan komitmennya untuk terus berkarya, membina talenta muda, serta memperkuat ekosistem fashion nasional.
Di perayaan ultah ke-75, Poppy Dharsono mengungkapkan cita-cita terbesarnya sejak kembali dari Prancis adalah membantu membangun industri fashion Indonesia agar memiliki identitas yang kuat dan mampu bersaing di tingkat global.
"Cita-cita saya sejak pulang dari Prancis adalah ikut membangun industri fashion Indonesia," ujar Poppy di acara perayaan ulangnya yang digelar di Hutan Kota by Plataran, Jakarta, Rabu (8/7/2026).

"Karena itu saya membangun organisasi, sekolah, dan Indonesia Fashion Week agar industri fashion Indonesia memiliki sumber daya, identitas, dan kekuatan sendiri," tambahnya.
Komitmen itu diwujudkan melalui berbagai langkah nyata. Dia turut mendirikan dan mengembangkan Asosiasi Perancang Pengusaha Mode Indonesia (APPMI), membangun LaSalle College Indonesia sebagai institusi pendidikan fashion dan desain, serta menggagas Indonesia Fashion Week yang kini menjadi salah satu ajang fashion terbesar di Tanah Air.
Bagi Poppy, masa depan industri fashion Indonesia tidak hanya ditentukan oleh kreativitas para desainer, tetapi juga keberanian mengangkat kekayaan budaya Nusantara sebagai identitas utama. Melalui Indonesia Fashion Week, dia terus mendorong lahirnya karya-karya berbasis heritage yang mampu bersaing di tengah derasnya arus produk fast fashion dunia.
Kontribusinya juga tidak berhenti di dunia fashion. Selama lebih dari dua dekade aktif di Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN), Poppy banyak terlibat dalam pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta pembinaan para perajin di berbagai daerah.
Pengalaman tersebut menjadi bekal untuk mengembangkan berbagai program yang mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif, termasuk mendukung perkembangan industri kulit di Kabupaten Garut yang kini dikenal sebagai salah satu sentra kerajinan kulit nasional.
Di usia yang menginjak 75 tahun, Poppy mengaku tidak pernah menjadikan umur sebagai batas untuk berhenti berkarya. Baginya, yang terpenting adalah menjaga kesehatan fisik, mental, dan spiritual agar tetap dapat memberikan manfaat bagi banyak orang.
"Saya tidak pernah memikirkan umur. Yang saya pikirkan adalah kesehatan. Kalau kesehatan terganggu sedikit saja, saya langsung fokus memperbaikinya. Yang terpenting adalah menjaga pikiran, jiwa, dan tetap memiliki tujuan hidup yang bermakna," katanya.
Poppy percaya usia hanyalah angka. Selama masih memiliki semangat dan tujuan hidup, seseorang akan tetap mampu berkarya dan memberikan kontribusi bagi lingkungan sekitarnya.
Menurutnya, kebahagiaan terbesar bukan berasal dari pencapaian pribadi, melainkan ketika bisa membantu orang lain berkembang dan meraih kehidupan yang lebih baik.
"Kalau bisa berbuat banyak untuk kemanusiaan, itu yang membuat saya bahagia. Kebahagiaan yang saya miliki harus dibagikan kepada orang lain," tuturnya.
Editor: Muhammad Sukardi