Polisi Janji Bantu Nabilah O'Brien Dapatkan Keadilan? Ini Faktanya!
JAKARTA, iNews.id - Kasus yang menjerat selebgram sekaligus pengusaha kuliner Nabilah O'Brien terus menjadi sorotan publik. Setelah viral karena mengaku ditetapkan sebagai tersangka meski merasa menjadi korban pencurian, kini pihak kepolisian mulai merespons polemik tersebut.
Auditor Kepolisian Madya TK II Inspektorat Pengawasan Umum (Itwasum) Polri, Kombes Pol Manang Soebeti, menyatakan akan membantu mengoordinasikan persoalan tersebut agar sesuai dengan fakta penyidikan.
Pernyataan itu disampaikan Manang melalui unggahan di akun Instagram pribadinya yang kemudian ramai diperbincangkan. Dalam unggahan tersebut, ia mengaku sudah berkomunikasi langsung dengan Nabilah O'Brien.
"Terkait postingan Nabilah O'Brien, Saya sudah komunikasi dengan Nabila. Saya akan coba bantu koordinasikan dan luruskan sesuai dengan fakta penyidikan," tulis Manang dalam akun Instagramnya yang telah diizinkan untuk dikutip, Jumat (6/3/2026).
Viral Selebgram Nabilah O'Brien Ditetapkan Tersangka, Padahal Korban Pencurian
Pernyataan ini muncul setelah video pengakuan Nabilah viral di media sosial. Dalam video tersebut, Nabilah terlihat menangis saat menceritakan bahwa dirinya ditetapkan sebagai tersangka oleh Bareskrim Polri, padahal menurutnya ia merupakan korban pencurian di restoran miliknya.
Kasus ini sendiri bermula dari peristiwa yang terjadi pada Sabtu, 20 September 2025 di restoran Bibi Kelinci Kopitiam milik Nabilah di kawasan Kemang, Jakarta Selatan. Saat itu kondisi restoran sedang ramai sehingga pesanan pelanggan membutuhkan waktu lebih lama untuk disajikan.
Viral Selebgram Nabilah O'Brien Curhat Ditetapkan Tersangka usai Unggah CCTV Pencurian
Situasi tersebut memicu emosi seorang pelanggan wanita yang kemudian nekat masuk ke area dapur restoran, yang merupakan area terlarang bagi pengunjung. Di dalam dapur, wanita tersebut terlihat memaki kepala staf dapur dan mengancam akan mengobrak-abrik restoran.
Tak lama kemudian, pria yang datang bersamanya juga ikut masuk ke dapur dan meluapkan kemarahan kepada staf. Rekaman CCTV memperlihatkan pria tersebut memukul lemari pendingin dan menunjuk-nunjuk kepala staf dapur.
Setelah keributan mereda, pasangan tersebut justru meninggalkan dapur sambil membawa makanan yang telah disiapkan tanpa melakukan pembayaran. Dari rekaman CCTV terlihat mereka membawa 11 bungkus makanan dan tiga minuman dengan total tagihan sekitar Rp530 ribu.
Seorang staf restoran sempat mengejar pasangan tersebut hingga ke area parkir untuk menagih pembayaran. Namun, pelanggan tersebut justru mengancam akan melempar makanan jika masih diminta membayar sebelum akhirnya meninggalkan lokasi.
Belakangan diketahui dua orang yang membawa makanan tersebut diduga berinisial ZK dan ER. Keduanya disebut telah ditetapkan sebagai tersangka.
Sebagai pemilik restoran, Nabilah kemudian mengunggah rekaman CCTV kejadian tersebut ke akun Instagram pribadinya. Video tersebut viral dan memicu berbagai reaksi dari warganet.
Namun beberapa bulan setelah kejadian, Nabilah mengaku justru ikut ditetapkan sebagai tersangka. Ia juga mengungkap bahwa selama lima bulan terakhir dirinya diminta mengakui bahwa rekaman CCTV yang diunggahnya merupakan fitnah.
Tak hanya itu, Nabilah juga mengaku sempat diminta uang sebesar Rp1 miliar. Merasa tidak memiliki tempat untuk mengadu, ia akhirnya meminta pertolongan kepada Komisi III DPR RI hingga Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.
Kini, pernyataan dari Itwasum Polri yang akan membantu meluruskan fakta penyidikan menjadi perhatian publik. Banyak pihak menunggu perkembangan lebih lanjut terkait penanganan kasus yang melibatkan Nabilah O'Brien tersebut.
Editor: Muhammad Sukardi