Pemakaman Temon Banjir Air Mata, Sang Istri: Sampai Jumpa Sayangku
JAKARTA, iNews.id – Tangis haru dan kesedihan menyelimuti prosesi pemakamankomedian Simon Rarameha Ngadang atau Temon di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Tanah Kusir, Jakarta Selatan, Senin (13/7/2026).
Suasana duka begitu terasa saat peti jenazah Temon perlahan diturunkan ke liang lahat. Keluarga, kerabat, dan sahabat yang hadir tampak tak mampu menyembunyikan kesedihan mereka atas kepergian sosok yang selama ini dikenal sebagai pribadi ceria dan penuh canda.
Momen paling mengharukan terjadi saat sang istri, Mae, memberikan penghormatan terakhir kepada suaminya. Dengan mata sembab dan suara bergetar menahan tangis, dia menaburkan bunga di atas makam Temon.
Di tengah isak tangis yang pecah, Mae membisikkan kalimat perpisahan yang menyentuh hati kepada pria yang telah mendampinginya selama bertahun-tahun.
"Sampai jumpa sayangku. I know you. Sampai jumpa lagi di sana, sayangku," ucap Mae lirih.
Kalimat sederhana itu sontak membuat suasana pemakaman semakin haru. Beberapa anggota keluarga yang berada di sekitar makam tampak ikut menitikkan air mata mendengar ungkapan perpisahan tersebut.
Meski diliputi kesedihan mendalam, Mae berusaha tegar demi putra kecil mereka. Sepanjang prosesi pemakaman berlangsung, dia terlihat mendampingi sang anak yang duduk bersimpuh di sampingnya sembari menyaksikan pemakaman ayah tercinta.
Satu per satu anggota keluarga dan kerabat kemudian memberikan taburan bunga terakhir sebagai bentuk penghormatan kepada Temon. Wajah-wajah kehilangan terlihat jelas di antara para pelayat yang hadir.
Kepergian Temon meninggalkan duka mendalam bagi keluarga dan dunia hiburan Tanah Air. Sosoknya dikenal sebagai komedian yang kerap menghadirkan tawa melalui berbagai penampilannya di layar kaca.
Temon mengembuskan napas terakhir pada Minggu, 12 Juli 2026 pukul 08.42 WIB dalam usia 59 tahun. Pihak keluarga mengungkapkan bahwa almarhum meninggal dunia akibat serangan jantung.
Temon diketahui memiliki riwayat hipertensi. Sebelum meninggal dunia, dia sempat mengeluhkan gejala serangan jantung pada pagi hari dan dilarikan ke rumah sakit. Namun, nyawanya tidak berhasil diselamatkan.
Di akhir hayatnya, Temon meninggalkan seorang istri dan sembilan orang anak yang kini harus melanjutkan hidup tanpa sosok suami dan ayah yang mereka cintai.
Editor: Muhammad Sukardi