Panas! Ammar Zoni Tuduh Saksi Penyidik Bohong di Sidang Lanjutan Hari Ini
JAKARTA, iNews.id - Sidang lanjutan kasus dugaan pengedaran narkoba di rumah tahanan (Rutan) yang menyeret nama Ammar Zoni mendadak panas. Ammar menuduh pernyataan saksi penyidik tidak benar alias bohong.
Ammar Zoni mengaku kecewa dengan keterangan saksi penyidik yang dihadirkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) dalam sidang yang digelar hari ini, Kamis 15 Januari 2026 di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. Menurut Ammar, keterangan dari saksi sangat berbeda dengan kenyataan yang ada.
Untuk itu pihaknya meminta agar rekaman CCTV dihadirkan dalam persidangan. Ammar menyebut CCTV menjadi satu-satunya alat pembuktian yang bisa menjawab bantahan antara dirinya dan saksi penyidik yang dihadirkan JPU.
"Ya, sekarang kita lihat untuk kebenarannya. Tadi kami sudah meminta tolong untuk dihadirkan CCTV, karena penindasan, penyiksaan, dan segala macamnya ini kan ada di CCTV," ujar Ammar.
Dokter Kamelia Yakin Ammar Zoni Disiksa di Penjara, Desak CCTV Diputar!
Menurutnya, perdebatan antara keterangan terdakwa dan saksi penyidik tidak akan menemukan titik terang tanpa adanya bukti visual di rekaman CCTV.
"Kalau kita bicara, tadi menyangkal saya mengatakan seperti ini, pihak saksi sebagai polisi juga mengatakan seperti itu, saling membantah. Ya, dibuktikannya di CCTV. Makanya, harus ada CCTV," lanjutnya.
Mengejutkan! BAP Ammar Zoni Dinilai Cacat Hukum, Ini Faktanya
Ammar menyayangkan JPU tidak menyambut baik permintaan tersebut, sehingga ia memilih untuk menyerahkan penilaian sepenuhnya kepada Majelis Hakim.
"Enggak (kecewa), kami masih belum tahu. Karena kan pada dasarnya pasti dari Hakim nanti yang akan menentukan yang mana yang benar yang salah. Kami bisa mencari kebenaran ya di sini," ucapnya.
Soal sikap saksi penyidik yang bertolak belakang dengan pengakuan Ammar, ia menganggap saksi tersebut takut memberikan keterangan yang benar karena membawa nama institusi. Namun Ammar menyayangkan saksi berbohong dan menyebut nama Tuhan.
"Dan dia berani untuk menggadaikan nama dengan bahasan nama Allah, gitu lho. Berani untuk bersumpah di situ dan mengakui kalau tidak ada," kata Ammar Zoni.
Editor: Muhammad Sukardi