Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Miris! Sebelum Tewas Dibunuh Mantan Suami Siri, Cucu Mpok Nori Alami KDRT
Advertisement . Scroll to see content

Nestapa Cucu Mpok Nori, Alami KDRT hingga Tewas Dibunuh Mantan Suami Sendiri

Senin, 23 Maret 2026 - 14:42:00 WIB
Nestapa Cucu Mpok Nori, Alami KDRT hingga Tewas Dibunuh Mantan Suami Sendiri
Ilustrasi mayat pembunuhan. (Foto: Ilustrasi AI)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id – Fakta tragis terungkap di balik tewasnya Dwintha Anggary, cucu Mpok Nori. Sebelum mengembuskan napas terakhir, Dwintha ternyata lebih dulu mengalami kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang dilakukan mantan suami sirinya sendiri.

Korban yang memiliki nama lengkap Dwintha Anggary itu diduga sudah lama hidup dalam bayang-bayang kekerasan. Pelaku, Fuad, disebut bukan sosok asing bagi warga sekitar, namun kesehariannya dikenal tertutup dan sulit berkomunikasi karena Fuad adalah warga negara asing asal Irak. 

Ketua RT setempat, Nurgiyanto, mengungkap, terkait kasus KDRT, masalah itu bahkan sempat ditangani secara internal oleh lingkungan warga.

"Kalau KDRT, itu pernah diinformasikan juga sama pengurus. Akhirnya pada saat itu juga saya mediasi, saya sidanglah secara khusus,” kata Nurgiyanto di kawasan Cipayung, Jakarta Timur, Senin (23/3/2026).

Tak hanya itu, situasi semakin mencekam sebulan sebelum tragedi pembunuhan terjadi. Pelaku disebut sempat nekat melukai dirinya sendiri menggunakan senjata tajam. Aksi tersebut diduga dipicu karena tidak terima saat korban meminta berpisah.

“Dia nggak terima istrinya minta cerai, dia melukai dirinya sendiri. Ibunya (korban) takut, karena dia bawa-bawa senjata tajam, mertuanya diancam, makanya langsung lapor ke polsek,” ujarnya.

Meski memiliki riwayat kekerasan, Nurgiyanto mengaku bahwa pelaku terlihat biasa di mata warga. Kendala bahasa membuat interaksi dengan lingkungan sekitar menjadi terbatas, sehingga banyak sisi gelapnya tak terungkap.

"Pada dasarnya sih orangnya terlihat baik, terlihat biasa, cuma memang kan kami ini terkendala sama komunikasi bahasa. Bahasa Inggrisnya gimana, bahasa Arabnya gimana, kami ngomong Jawa pun dia nggak paham,” tambahnya.

Yang paling menyayat, pertemuan terakhir Nurgiyanto dengan pelaku kini terasa seperti firasat buruk yang tak disadari.

“Sehari sebelumnya, saya sempat ketemu, berpapasan dengan motor dan juga mengucap salam kepada saya. Saya sama sekali tidak menyangka hal itu terjadi,” ujarnya.

Editor: Muhammad Sukardi

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut