Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Olahraga Malam Tidak Baik untuk Otak? Ini Kata Dokter
Advertisement . Scroll to see content

Mitos atau Fakta Olahraga Malam Bisa Ganggu Otak? Begini Kata Dokter

Rabu, 20 Mei 2026 - 19:12:00 WIB
Mitos atau Fakta Olahraga Malam Bisa Ganggu Otak? Begini Kata Dokter
Dokter sekaligus edukator kesehatan dr Adam Prabata kembali meluruskan mitos yang banyak dipercaya masyarakat soal olahraga malam hari. (Foto: Ilustrasi/AI)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Dokter sekaligus edukator kesehatan dr Adam Prabata kembali meluruskan mitos yang banyak dipercaya masyarakat soal olahraga malam hari. Lewat unggahan di akun X pribadinya, dia menjelaskan olahraga malam tidak serta-merta berdampak buruk bagi kesehatan otak.

Menurut dr Adam, olahraga malam memang dapat meningkatkan kadar hormon kortisol dalam tubuh. Namun peningkatan tersebut merupakan respons alami tubuh terhadap aktivitas fisik dan tidak selalu berbahaya.

“Olahraga malam hari memang bisa meningkatkan kadar kortisol, yang merupakan respons stres,” tulis dr. Adam.

Kortisol dikenal sebagai hormon yang berkaitan dengan stres. Jika kadarnya terus tinggi dalam jangka panjang, kondisi ini dapat memicu tekanan darah tinggi, kenaikan berat badan, hingga resistensi insulin.

Meski begitu, dr. Adam menegaskan olahraga rutin justru memberikan dampak positif terhadap pengaturan hormon tersebut. Aktivitas fisik secara konsisten disebut mampu membantu tubuh mengontrol kadar kortisol dengan lebih baik.

“Olahraga rutin justru menurunkan kadar kortisol secara jangka panjang dan memperbaiki pengaturan kortisol,” jelasnya.

Dia juga menanggapi kekhawatiran masyarakat soal dampak kortisol terhadap otak. Menurutnya, penyusutan area otak akibat hormon kortisol biasanya terjadi pada kondisi stres kronis atau penyakit tertentu, bukan karena olahraga malam.

“Kortisol memang bisa ‘mengecilkan’ area di otak, namun itu terjadi pada kondisi stres kronis atau penyakit seperti Cushing’s syndrome, bukan olahraga malam,” tulisnya lagi.

Sebaliknya, olahraga justru dinilai mampu melindungi kesehatan otak. Aktivitas fisik disebut dapat membantu meningkatkan kemampuan otak berkembang sekaligus menurunkan peradangan di area otak.

“Olahraga itu secara umum, termasuk malam hari, justru melindungi otak,” katanya.

Saat ini, banyak orang memilih berolahraga pada malam hari karena baru memiliki waktu luang setelah bekerja atau menjalani aktivitas harian. Dr. Adam pun mengingatkan bahwa konsistensi berolahraga jauh lebih penting dibanding memperdebatkan waktu terbaik untuk melakukannya.

Editor: Dani M Dahwilani

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut