Miris! Uang Rp100 Juta dan Mobil Pak Tarno Raib Ditipu Orang Dekat
JAKARTA, iNews.id - Kabar kurang mengenakan datang dari pesulap Pak Tarno. Di tengah kondisi kesehatannya yang belum pulih, dia harus menghadapi cobaan berat setelah uang ratusan juta rupiah dan dua unit mobil pribadinya diduga digelapkan orang terdekat.
Salah satu istri Pak Tarno, Lisa Karlina, mengungkapkan dugaan penipuan pertama dilakukan seorang manajer berinisial N pada 2024. Saat itu, pihak keluarga mempercayakan uang senilai Rp100 juta untuk membeli sebuah mobil.
Namun, uang tersebut justru diduga tidak digunakan sesuai tujuan. Pelaku hanya memberikan janji terkait pembelian kendaraan, tanpa realisasi hingga saat ini.
"Itu ditipu Rp100 juta ya. Dikasih cash langsung tuh uangnya. Tapi nggak dibeliin, langsung dibawa pulang. Sampai sekarang orangnya kabur," ujar Lisa saat ditemui di kawasan Warakas, Jakarta Utara, belum lama ini.
Nasib Tragis Pak Tarno Sekarang Dikabarkan Ngemis di Kota Tua, Ini Faktanya!
Masalah tak berhenti di situ. Lisa mengungkapkan kejadian serupa kembali terjadi, kali ini melibatkan mantan sopir Pak Tarno berinisial S bersama rekannya.
Mobil kedua milik Pak Tarno diduga digadaikan tanpa izin. Padahal, kendaraan tersebut digunakan untuk menunjang aktivitas sehari-hari sang pesulap dalam mencari nafkah.
Pak Tarno Akhirnya Pulang ke Rumah Istri Pertama, Sariyah Bersyukur: Doa Saya Terkabul
"Mobil digadaiin sama Slamet sama Si Alif. Digadaiin pertama Rp5 juta, tiba-tiba kok bisa 35 juta? Tahu-tahunya leasing datang nelepon terus," kata Lisa.
Mengharukan, Pak Tarno Nangis saat Tahu Sudah Bisa Jalan Tanpa Kursi Roda
Manajer Pak Tarno saat ini, Laura, menyebut pihaknya sebenarnya sempat berupaya menempuh jalur hukum. Namun, langkah tersebut terhambat karena keterbatasan biaya.
"Kita lapor pengacara juga kan duitnya harus ada duit, Rp14 juta. Lah dari mana kita?" kata Lisa.
Istri Muda Pak Tarno Bantah Mau Dinikahi Hanya Demi Harta, Begini Pengakuannya
Situasi ini membuat kondisi Pak Tarno semakin terpuruk. Selain menghadapi masalah kesehatan, dia juga kehilangan aset penting yang selama ini membantu mobilitasnya.
Meski begitu, Pak Tarno mencoba tetap tegar. Dia berharap suatu saat bisa kembali memiliki kendaraan untuk menunjang aktivitasnya sehari-hari.
"Pengen beli lagi. Iya beli lagi... Ya buat kalau buat ke mana-mana. Cuma kalau... ada yang ngejemput ada yang nggak," kata Pak Tarno.
Editor: Dani M Dahwilani