Mengenang Torro Margens, Berhenti Bekerja Demi Menjadi Aktor
JAKARTA, iNews.id - Dunia perfilaman Indonesia kembali berduka dengan kabar meninggalnya aktor terbaik Torro Margens. Beliau menghembuskan napas terakhirnya pada Jumat (4/1/2018) dini hari di Sukabumi, Jawa Barat.
Kabar duka kematiannya disampaikan oleh sang putra Toma Margens melalui sosial media. Aktor asal Pamulang ini meninggal di usia 68 tahun akibat sakit yang dideritanya.
Semasa hidupnya, pemilik nama asli Sutoro Margono ini mendedikasikan hidupnya untuk dunia akting yang menjadi impiannya sejak dulu. Banyak pengorbanan yang dilakukan selama merintis, bahkan rela keluar dari zona nyaman agar bisa mewujudkan cita-citanya.
Berikut perjalanan karier Torro Margens dan dedikasinya di dunia perfilman Indonesia yang iNews.id rangkum.
Dikenal Peran Antagonis
Aktor asal Pemalang ini identik dengan peran antagonis yang kerap dibawakannya karena suara dan mimik wajahnya yang keras.
Tinggalkan Pekerjaan Kantor
Sebelum berkecimpung di dunia film, Torro adalah pegawai kantor. Namun impiannya untuk menjadi seorang aktor sangat besar hingga memutuskan untuk berhijrah ke Jakarta. Pada tahun 1970-an dia nekat tinggalkan pekerjaannya demi berakting meski menjadi figuran.
Neraka Perempuan Jadi Film Pertama
Impiannya bersambut, Torro mendapat peran sosok Rizal dalam film Neraka Perempuan. Di sepanjang tahun 70-an dia telah membintangi 12 judul film, walau masih sebagai figuran.
Kariernya Beranjak di Sirkuit Cinta
Kerja keras yang dibangun oleh Torro membuat dia sering dipakai dalam berbagai film. Terlebih karakternya sangat pas untuk memerankan sosok antagnois. Kariernya pun beranjak dari figuran ke pemain utama dalam film Sirkuit Cinta. Di sini dia bermain bersama George Rudy dan Yati Octavia.
Jajal Karier di Balik Layar
Nama Torro Margens terus melambung, tercatat 50 film dari berbagai genre telah dibintanginya. Seakan tak puas, dia pun mencoba untuk di belakang layar. Ternyata Torro memiliki kepiawaian untuk menjadi sutradara dan penata skrip. Beberapa film yang pernah digaraonya adalah, Pernikahan Berdarah, Saur Sepuh dan Kabut Asmara.
Sempat Jadi Presenter
Seolah tak ingin berpijak dalam satu karier saja, Torro pun mencoba dunia lain seperti presenter. Dia terlibat dalam acara televisi misteri berjudul Gentayangan pada tahun 2000-an.
Totalitas di Dunia Peran
Torro berhasil mewujudkan impian untuk menjadi seorang aktor. Totalitas dan dedikasi yang diberikan untuk dunia perfilman Indonesia sangat besar. Tak hanya film, dia juga terlibat di berbagai Sinetron, iklan hingga FTV. Peran terakhirnya adalah film Love For Sale yang dirilis 15 Maret 2018 kemarin.
Selamat jalan Torro Margens, karyamu akan selalu dikenang
Editor: Adhityo Fajar