Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Mengenang Roekiah, Artis Tercantik Era Kolonial Meninggal akibat Kekejaman Jepang
Advertisement . Scroll to see content

Mengenang Ida Kusumah Artis Top Era 1960-an, Dikenal Lewat Jargon What Happen Aya Naon

Jumat, 13 Agustus 2021 - 11:38:00 WIB
Mengenang Ida Kusumah Artis Top Era 1960-an, Dikenal Lewat Jargon What Happen Aya Naon
Ida Kusumah artis top era 1960-an dikenal dengan jargon What happen aya naon. (Foto: istimewa)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.idArtis top era 1960-an Ida Kusumah, pastinya sudah tidak asing lagi bagi Anda. Artis lawas satu ini menjadi selebritis yang melanglang buana di dunia hiburan. Dia bahkan punya jargon khas, yaitu 'what happen, aya naon',

Perempuan kelahiran 31 Agustus 1939 ini merupakan artis kenamaan di era 1960-an. Dia memulai kariernya pada 1955 sebagai pemain film dan peragawati (model). Riwayat pendidikan Ida yaitu mulai dari kursus bahasa Inggris, hingga ikut keperagawatian di Marion Glamour School sebagai salah satu bekalnya untuk menjadi artis. Ida juga pernah mendapatkan penghargaan sebagai Putri Peragawati I (1960) dan Ratu Jakarta III (1960).

Pada film pertamanya berjudul Puteri Revolusi pada 1955 dia bermain dengan aktor terkenal pada zaman itu, Soekarno M Noor dan Turino Djunaedy. Kemudian pada 1961 pemilik nama lengkap Siti Endeh Ida Hendarsih Atmadi Kusumah ini sempat menjadi peran utama dalam film Malam Tak Berembun. Dia bermain dengan aktor AN Alcaff yang disutradarai oleh AW Sardjono. 

Sejak 1962 Ida juga aktif sebagai penyanyi dan penari yang menghibur prajurit TNI dalam Trikora, Dwikora maupun dalam penumpasan G30S/PKI. 

Ida Kusumah juga jadi salah satu anggota personel golden girls bersama Nani Widjaja, Connie Sutedja dan Rina Hasyim. Di mana artis-artis tersebut sangat fenomenal pada masanya.

Dalam kehidupan asmaranya, Ida pernah menikah dua kali, dan keduanya kini telah meninggal. Suami pertama adalah Bambang Soekarno, mereka memiliki anak bernama Heru Sudew dan Euis Hendryawati. Kehadiran orang ketiga membuat pasangan ini bercerai pada 1967.

Sedangkan suami kedua Ida adalah Natigor Lumban Tobing, mereka memiliki anak bernama Ellan Satia Lumban Tobing dan Doli Galih Lumban Tobing.

Di usia yang tak lagi muda, Ida juga masih aktif membintangi beberapa film salah satunya Cintapucino pada 2007, dan sinetron OB (Office Boy) garapan MNC Pictures pada 2007.

Setelah membintangi berbagai film, sintron hingga iklan, Ida Kusumah menghembuskan nafasnya pada 25 November 2010 di Rumah Sakit Puri Cinere.

Dia meninggalkan empat orang anak, yakni Heru Sudewo, Euis Hendryawati, Ellan Setia Tobing dan Dolli Galih Tobing, Ida Kusumah juga meninggalkan seorang anak angkat, Deden Hendro.

Kini nama Ida Kusumah tinggal kenanangan. Karyanya di dunia hiburan masih tersimpan dan dikenang oleh masyarakat, terutama para seniman seangkatannya yang saat ini masih hidup.

Editor: Elvira Anna

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut