Mengenang Arswendo Atmowiloto, Sosok Penting di Sastra Indonesia
JAKARTA, iNews.id - Sastrawan dan wartawan senior Arswendo Atmowiloto meninggal dunia pada Jumat (19/7) petang ini pukul 17.50 WIB. Dia meninggal di kediamannya Kompleks Kompas, Jalan Damai Pesanggrahan, Jakarta.
Ayah dari tiga anak ini meninggal di usia 70 tahun setelah berjuang melawan kanker prostat yang dideritanya. Sebelumnya dia sempat dilarikan ke rumah sakit karena kondisi kesehatannya yang menurun.
Arswendo merupakan seniman dan budayawan di berbagai majalah dan koran. Dia juga mendirikan penerbitan sendiri dan melahirkan beberapa tabloid dan majalah.
Selain itu dia juga menghasilkan banyak karya sastra. Kepiawaiannya dalam menulis menciptakan banyak karya tulis yang menjadikan dirinya sosok penting dalam sejarah literasi Indonesia.
Berikut kiprah Arswendo semasa hidupnya yang iNews.id rangkum dari berbagai sumber.
1. Ubah Nama
Terlahir di Surakarta, 26 November 1948 dengan nama asli Sarwendo. Namun, nama itu diubahnya menjadi Arswendo karena dianggap kurang komersial. Arswendo pun menambahkan nama ayahnya Atmowiloto di belakang yang dikenal luas hingga sekarang.
2. Berkiprah sebagai Wartawan
Setelah tidak menyelesaikan kuliahnya di IKIP SOLO, Arswendo mengawali kiprahnya sebagai wartawan. Dia berkiprah di berbagai media, hingga menjadi pemimpin redaksi. Merasa cukup mendapat banyak pengalaman dia mendirikan perusahaannya sendiri PT Atmo Bismo Sangotrah yang memayungi sedikitnya tiga media cetak yaitu tabloid anak Bianglala, Ina, serta tabloid Pro-TV.
3. Pernah Dipenjara
Pada tahun 1990, ketika menjabat sebagai pemimpin redaksi tabloid Monitor, Arswendo dipenjara karena jajak pendapat yang dibuatnya. Sebagai pemimpin redaksi, Arswendo harus bertanggung jawab dengan menjalani hukuman 5 tahun penjara. Tabloid Monitor pun ditutup setelah vonis hukuman keluar.
4. Kiprah di Dunia Sastra dan Penulis Keluarga Cemara
Arswendo sosok penting dalam sejarah literasi Indonesia. Puluhan karya telah ditulisnya dan digemari oleh penikmat sastra. Dia menghasilkan banyak karya cerpen dan novel, salah satunya yang terkenal adalah Keluarga Cemara yang baru-baru ini dibuatkan filmnya.
5. Sering Menggunakan Nama Samaran
Dalam penulisan tak jarang Arswendo menggunakan nama samaran. Dia sering memakai nama-nama seperti Sukmo Sasmito, Lani Biki yang kependekan dari Laki Bini Bini Laki, Said Saat dan B.M.D Harahap. Dia sering memakai nama iseng yang diambil sekenanya dalam setiap cerpen atau novel yang dibuat.
6. Merambah Dunia Sinema
Karya Arswendo yang bagus akhirnya diangkat menjadi sinetron, seperti Keluarga Cemara, Deru Debu, Jalan Makin Membara, Ali Topan Anak Jalanan dan banyak lagi. Dia juga banyak menggarap naskah drama dan skenario film yang dikeluarkan dan meraih sukses besar.
Editor: Adhityo Fajar