Memilukan, Mantan ART Erin Nekat Kabur Tanpa Sandal demi Selamatkan Diri
JAKARTA, iNews.id - Nasib pilu dialami Herawati, mantan asisten rumah tangga (ART) milik Erin Wartia. Perempuan itu mengaku nekat kabur dari rumah majikannya tanpa memakai sandal demi menyelamatkan diri setelah diduga berulang kali mengalami kekerasan fisik dan verbal.
Pengakuan menyayat hati itu disampaikan Herawati saat menghadiri Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) Komisi III DPR RI pada Senin (18/5/2026). Di hadapan anggota dewan, dia menceritakan bagaimana dirinya hidup dalam ketakutan selama bekerja di rumah tersebut.
Seperti apa cerita selengkapnya? Simak beritanya hanya di artikel ini.
Herawati mengungkapkan, salah satu kejadian paling membekas terjadi pada 28 April 2026 sekitar pukul 15.00 WIB. Saat itu, dia sedang membersihkan sofa di lantai dua rumah Erin ketika sang majikan tiba-tiba naik ke atas dan masuk ke kamar anak pertamanya.
Erin disebut langsung marah besar karena melihat gorden kamar belum dibuka dan pintu kamar mandi tidak ditutup. Kemarahan itu kemudian berujung pada tindakan kekerasan.
“Saya lagi membersihkan sofa di lantai 2 di rumah Ibu Erin. Dan Ibu Erin pun tiba-tiba naik ke atas, ke lantai 2. Dia masuk ke kamar Mas Dio, anak pertamanya. Terus dia melihat gorden tidak dibuka sama kamar mandi tidak ditutup, dan beliau pun marah ke saya,” ujar Herawati.
Tak hanya dimaki dengan kata-kata kasar, Herawati mengaku dipukul menggunakan sapu lidi di bagian belakang kepala. Pukulan itu disebut terjadi lebih dari satu kali sambil dirinya terus dihina.
“Diambil sapu lidi oleh beliau dan dipukullah kepala saya di bagian belakang. Pertama mukul satu kali,” katanya.
Dalam kondisi menangis dan ketakutan, Herawati sempat memohon agar tidak diperlakukan kasar. Namun menurutnya, makian tetap berlanjut.
Selama bekerja, dia juga mengaku sering direndahkan. Herawati disebut kerap dianggap bekerja asal-asalan dan dihina dengan membandingkan rumah mewah tempatnya bekerja dengan ‘rumah gembel’.
Merasa tak lagi aman, Herawati kemudian menghubungi yayasan penyalur ART untuk meminta dijemput. Dia bahkan sempat menangis sambil mengadu kepada anak kedua Erin.
Sayangnya, situasi justru semakin memburuk. Saat dipanggil kembali ke lantai bawah, Herawati mengaku diminta jongkok lalu ditendang di bagian kepala hingga tubuhnya terjengkang.
“Terus Bu Erin nendang kepala saya. Saya terjengkang di situ,” ungkapnya.
Tak berhenti di sana, dia juga mengaku dilarang pulang sebelum ada ART pengganti. Ponselnya disebut sempat disita dan dibanting oleh Erin.
Dalam kepanikan, Herawati akhirnya memilih melarikan diri tanpa membawa apa pun. Bahkan sandal pun tak sempat dipakainya. Baginya, yang terpenting saat itu hanyalah bisa selamat dari rumah tersebut.
“Saya lari nggak pakai sendal, nggak mikirin baju, nggak mikirin HP, nggak mikirin gaji, yang penting saya selamat,” tutup Herawati.
Editor: Muhammad Sukardi