Masuk Era Aging Population, Kemensos Buat Program Pemberdayaan Lansia
JAKARTA, iNews.id - Kementerian Sosial (Kemensos) berencana membuat beberapa program untuk meningkatkan kualitas masyarakat lanjut usia (lansia). Tujuannya, para lanjut usia dapat memberdayakan diri.
"Kehadiran lansia jangan dipandang beban dari keseluruhan penduduk Indonesia yang ada. Namun, harus disikapi secara bijak atas potensi dan kearifan yang dimiliki para lansia," ujar Dirjen Rehabilitasi Sosial Kementerian Sosial, Dr.Ir Harry Hikmat M.Si dalam webinar BKKBN, Rabu (15/7/2020).
Harry menambahkan, Indonesia masuk kepada era aging population atau penuaan penduduk di mana dependency ratio meningkat dari 15,7 persen di 2020 menjadi 33,3 persen pada 2045.
"Menurut data Badan Pusat Statistika (BPS) tahun 2019, jumlah populasi lansia mencapai 25,64 juta jiwa dan lansia yang hidup dengan status sosial ekonomi rendah mencapai 12,6 juta jiwa," katanya.
Untuk menangani masalah sosial para lansia, Kemensos akan membentuk program Keluarga Harapan di mana keluarga lansia akan berperan besar dalam program tersebut.
"Program ini untuk memberikan dukungan atau family support, terutama kepada keluarga lansia yang tak tahu bagaimana memperlakukan lansia dengan benar," ujar Harry.
Kemensos juga akan membangun rehabilitasi sosial yang dapat terintegrasi dengan mudah oleh masyarakat. Rehabilitasi ini bertujuan agar lansia melakukan fungsi sosial secara wajar atau dapat berperan penuh di lingkungan masyarakat.
"Kelompok umur lansia itu mempunyai tingkat kemiskinan yang tinggi. Walaupun ada akses lapangan kerja, tetapi dari jaminan kesehatan, hari tua dan pensiun itu sangat terbatas. Makanya kita fasilitasi," kata Harry.
Harry berharap fungsi institusi balai atau panti dapat memudahkan keluarga untuk mengurus lansia dengan kasih sayang.
Di samping itu, BKKBN juga mendorong kepada semua pihak, terutama keluarga tempat lansia berlindung untuk memberikan perhatian terbaiknya. Sehingga para lansia bisa memenuhi kebutuhan dasar mereka dan menjadi lebih sehat, lebih bahagia, berkualitas, dan lebih produktif.
"Dengan demikian, maka bonus demografi jilid dua bisa kita dapatkan. Itulah pentingnya kita bersama-sama memperhatikan (kesejahteraan) para lansia," kata Kepala BKKBN Hasto Wardoyo di kesempatan yang sama.
Editor: Tuty Ocktaviany