Kronologi Lengkap Steven Wongso Hina Orang Gemuk dan Pedagang Martabak, Endingnya Minta Maaf
JAKARTA, iNews.id – Kreator konten Steven Wongso mendadak jadi bulan-bulanan publik setelah video kontroversialnya viral di media sosial. Dia melontarkan pernyataan yang dinilai menghina orang bertubuh gemuk hingga merendahkan pedagang martabak.
Polemik pun meledak, berujung pada permintaan maaf terbuka. Ya, Steven Wongso akhirnya meminta maaf secara terbuka usai menghina orang gemuk dan pedagang martabak.
Penasaran bagaimana awal mula kontroversi ini terjadi? Simak berita selengkapnya hanya di artikel ini.
Kontroversi bermula dari video Steven yang kini telah dihapus. Dalam rekaman itu, dia melontarkan pernyataan keras yang memicu kemarahan publik.
Heboh Steven Wongso Ngaku Nyesel Kasih Tas Chanel Rp98 Juta ke Arafah Rianti!
"Emang bedanya kalian sama anj*** apa? Orang gendut ini lebih rendah daripada anj***," ucapnya, dikutip Rabu (15/4/2026).
Ucapan tersebut langsung viral dan menuai kecaman luas. Banyak warganet menilai pernyataan itu sebagai bentuk body shaming yang tidak manusiawi.
Siapa Sebenarnya Steven Wongso, Pacar Arafah Rianti yang Resmi Mualaf?
Kritik pun membanjiri berbagai platform media sosial, dari TikTok hingga Instagram, dengan sebagian pengguna menyebut konten tersebut sudah melewati batas.
Steven Wongso Resmi Mualaf, Pacar Arafah Rianti Sekarang Beragama Islam!
Tak berhenti di situ, dalam konten lainnya, Steven kembali memantik amarah publik setelah menyebut pedagang martabak sebagai pihak yang 'banyak dosa' karena dianggap menjual makanan yang bisa membuat orang menjadi gemuk. Pernyataan itu dinilai merendahkan pelaku usaha kecil sekaligus menggeneralisasi persoalan obesitas.
Gelombang kritik semakin membesar ketika Deddy Corbuzier ikut angkat bicara. Dalam podcast terbarunya, Deddy tanpa ampun 'menguliti' pernyataan Steven.
Dengan nada tinggi, dia menyebut narasi yang dibangun sang kreator menyesatkan dan tidak mencerminkan realitas. Deddy Corbuzier menyayangkan Steven melakukan hal ini.
"Lu ngomongin badan orang, tapi lu sendiri pakai cheat code," semprot Deddy, menyindir penggunaan steroid oleh Steven.
Tak hanya itu, Deddy juga membeberkan fakta bahwa banyak orang mengalami obesitas karena faktor medis seperti resistensi insulin hingga gangguan tiroid, bukan semata-mata karena malas atau tidak disiplin.
"Lu pikir semua orang bisa kayak lu? Ada yang kena insulin resistensi, tiroid! Mau diet gimana juga nggak bisa!" tegasnya.
Di tengah tekanan tersebut, Steven sempat mencoba bertahan dengan mengklaim pernah menurunkan berat badan secara alami. Namun, desakan dan fakta yang disampaikan Deddy membuatnya tak berkutik.
Dia akhirnya mengakui pernah menggunakan steroid dan menyebut keputusan itu sebagai kesalahan. "Saya pakai, tapi tidak menganjurkan orang lain. Saya juga nggak mau bohong," ujarnya.
Steven yang sebelumnya terkesan defensif akhirnya mengakui pendekatannya selama ini keliru. Dia menyadari bahwa gaya komunikasi keras yang digunakan justru melukai banyak orang.
"Iya, saya salah. Saya pikir makin keras makin memotivasi, ternyata nggak. Saya minta maaf," ucapnya.
Permintaan maaf tersebut menjadi penutup dari polemik panas yang sempat menyita perhatian publik. Meski demikian, kasus ini meninggalkan catatan penting bahwa edukasi soal kesehatan harus disampaikan dengan empati, bukan dengan cara merendahkan.
Editor: Muhammad Sukardi