Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Anak Meisya Siregar Terseret Ombak di Bali Nyaris Kehilangan Nyawa
Advertisement . Scroll to see content

Kronologi Lengkap Anak Meisya Siregar Terseret Ombak di Pantai Bali, Nyaris Tewas!

Senin, 20 Juli 2026 - 10:35:00 WIB
Kronologi Lengkap Anak Meisya Siregar Terseret Ombak di Pantai Bali, Nyaris Tewas!
Anak Meisya Siregar terseret ombak di pantai Bali. (Foto: Instagram)
Advertisement . Scroll to see content

BALI, iNews.id – Momen liburan keluarga artis Meisya Siregar dan Bebi Romeo di Bali berubah menjadi pengalaman paling mencekam. Putra bungsu mereka, Muhammad Bambang Arr Ray Bach, nyaris kehilangan nyawa setelah terseret ombak besar saat bermain di tepi pantai.

Kronologi insiden tersebut diungkap langsung oleh Meisya Siregar melalui unggahan di akun Instagram pribadinya. Dia mengaku peristiwa itu terjadi ketika keluarga sedang menikmati suasana pantai seperti biasanya.

Lantas, seperti apa kronologi lengkap insiden mengerikan ini? Simak informasinya hanya di artikel ini. 

Kronologi Lengkap Putra Bungsu Meisya Siregar Terseret Ombak di Pantai Bali

Meisya Siregar menjelaskan, Bambang sebenarnya sudah terbiasa bermain di pantai sejak kecil. Karena itu, dia dan Bebi Romeo merasa cukup tenang saat membiarkan sang putra bermain bersama seorang sahabatnya di bibir pantai.

Namun, keputusan untuk tidak mengawasi secara penuh selama beberapa saat justru menjadi awal dari kejadian yang nyaris merenggut nyawa anak mereka.

“Hingga hari itu, hari ketika kami lengah. Kami duduk agak jauh dari bibir pantai membiarkan Bambang bermain bersama sahabatnya tanpa benar-benar mengawasi setiap detiknya,” tulis Meisya, dikutip Senin (20/7/2026). 

Awalnya, situasi di pantai terlihat normal. Bambang dan temannya tampak bermain sambil tertawa menikmati ombak yang datang silih berganti. Tak ada tanda-tanda bahaya yang membuat keluarga curiga.

Namun, suasana berubah dalam hitungan detik ketika ombak besar tiba-tiba datang menghantam bibir pantai. Bambang langsung terseret arus hingga menghilang dari pandangan.

“Awalnya semua terlihat biasa. Anak-anak bermain, tertawa, menikmati ombak, sampai tiba-tiba satu ombak besar datang dan Bambang menghilang. Detik itu rasanya dunia berhenti. Ternyata Bambang terseret ombak,” ungkapnya.

Beruntung, Irvan Farhad atau Baba dan Hamidah Rachmayanti yang berada di lokasi segera memberikan pertolongan. Selain itu, respons cepat lifeguard setempat menjadi faktor penting yang membuat Bambang berhasil diselamatkan.

Meski sang putra berhasil selamat, peristiwa tersebut meninggalkan trauma mendalam bagi keluarga. Meisya mengungkapkan bahwa Bebi Romeo hingga kini masih terus menyalahkan dirinya sendiri karena merasa gagal melindungi anaknya.

“Sepenggal cerita di Bali yang cukup memukul buat kami. Papa Bebi Romeo masih belum bisa memaafkan dirinya sampai sekarang karena merasa jadi ayah yang gagal,” tulis Meisya.

Meisya juga mengakui kejadian itu menjadi penyesalan besar bagi dirinya dan sang suami. Menurutnya, hanya karena merasa aman selama beberapa menit, mereka hampir kehilangan buah hati yang sangat mereka cintai.

“Kejadian ini menjadi penyesalan kami sebagai orang tua karena hanya dengan beberapa menit merasa aman, kami hampir kehilangan anak yang paling kami cintai,” tuturnya.

Menutup ceritanya, Meisya menyampaikan pesan kepada seluruh orang tua agar tidak pernah lengah saat mengajak anak bermain di pantai. Dia mengingatkan bahwa kondisi laut tidak pernah bisa diprediksi, meski lokasi tersebut sudah berkali-kali dikunjungi.

“Laut tidak pernah bisa diprediksi. Satu detik saja bisa mengubah segalanya. Peluk anak-anak kita lebih erat hari ini karena kami hampir kehilangan kesempatan itu. Maafin Bunda sama Papa ya Nak,” pungkasnya.

Editor: Muhammad Sukardi

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut