Kritisi Tambang Nikel di Raja Ampat, Aming: Ingat Bumi Cuma Satu!
JAKARTA, iNews.id - Komedian Aming menjadi salah satu figur yang ikut mengkritisi aktivitas tambang nikel di Raja Ampat, Papua Barat Daya.
Dia menilai, hal itu sebagai bentuk kerakusan segelintir orang. Ini disampaikan Aming melalui unggahan di Instagramnya. Lewat pernyataan tertulis Aming mengaku sangat kecewa dengan rencana tersebut.
"Di negara dan bangsa yang katanya sangat beragam, banyak manusia dengan daya rusak yang luar biasa," tulis Aming dikutip Senin (9/6/2025).
Menurut Aming, manusia diciptakan sebagai pemimpin di muka bumi, bukan malah merusak kelestarian alam. Ulah oknum tersebut, kata Aming, seakan mempercepat kiamat bagi masyarakat Papua.
Viral Bahlil Diteriaki Penipu di Bandara Sorong, Warga Demo Tolak Tambang Nikel Raja Ampat
"Khalifah (pemimpin) di dunia yang harusnya menjaga alam, lingkungan, manusia, flora, fauna, dan semestanya malah membawa KIAMAT lebih cepat," ujarnya.
"Timbunlah uangmu, jadikanlah ia Tuhan. Semoga ia mampu menjadi oksigen, udara, air, tanah dan tumbuhan yang menyejukkan dan menyelamatkanmu," kata Amng.
Bahlil soal Tambang Nikel di Raja Ampat: Izin Terbit Sebelum Saya Masuk Kabinet
Pria 44 tahun itu mengingatkan pentingnya menjaga lingkungan. Terlebih, bumi merupakan satu-satunya planet yang mampu menjadi rumah bagi makhluk hidup itu sendiri.
Tambang Nikel Rambah Raja Ampat, Surga Wisata Dunia Terancam Hilang
"Diingat, bumi cuma ada satu, belum ada rumah lain senyaman dia. Sebanyak apapun uangmu tak akan mampu membeli Bumi yang baru. INGAT, BUMI CUMA 1, belum ada lagi rumah yang baru," ujar Aming.
"Semoga uangmu bisa mempertanggung jawabkan semua perbuatanmu atas kehancuran dan kerusakan yang kalian perbuat terhadap anak, cucu, dan berbagai kehidupan; di hadapan Tuhan Semesta Alam, KELAK, Amiinn," katanya
Sedih! Keindahan Alam Raja Ampat Terancam Tambang Nikel, Kemenpar Buka Suara
Editor: Dani M Dahwilani