Kondisi Terkini Soimah usai Keguguran Anak Ketiga di Usia 45 Tahun, Tetap Bersyukur
JAKARTA, iNews.id – Artis Soimah Pancawati akhirnya mengungkap kondisi terkini setelah mengalami keguguran calon anak ketiga pada Januari 2026. Meski sempat menghadapi pengalaman yang tidak mudah, seniman berusia 45 tahun itu mengaku tetap menjalani hidup dengan penuh rasa syukur.
Pengakuan tersebut disampaikan Soimah kepada publik dan kini videonya viral di media sosial. Dalam kesempatan itu, dia membenarkan kabar bahwa dirinya sempat mengalami keguguran.
"Iya keguguran," kata Soimah dalam tayangan yang kemudian viral di media sosial, dikutip Senin (15/6/2026).
Hal yang mengejutkan, Soimah mengaku tidak mengetahui bahwa dirinya sedang mengandung. Karena itu, peristiwa tersebut menjadi sesuatu yang sama sekali tidak dia duga sebelumnya.
Meski kehilangan calon buah hati ketiga, Soimah memilih untuk tidak berlarut-larut dalam kesedihan. Dia justru melihat peristiwa tersebut sebagai bagian dari rencana terbaik yang telah ditetapkan Tuhan.
Saat ini, kondisi Soimah disebut baik dan tetap aktif menjalani berbagai kegiatan di dunia hiburan. Tidak ada tanda-tanda dia larut dalam duka. Sebaliknya, Soimah terlihat tetap ceria dan menikmati momen bersama keluarga.
Soimah bahkan mengaku merasa mendapat kebahagiaan lain dalam kehidupannya. Kehadiran menantunya, Yosika Ayumi, membuat dia merasakan pengalaman memiliki anak perempuan yang selama ini tidak dimiliki karena hanya dikaruniai dua putra.
"Alhamdulillah udah dikasih rezeki sama Allah. Tiba-tiba dikasih anak cewek langsung gede," ujar Soimah sambil berseloroh.
Diketahui, Soimah dan suaminya, Herwan Pandoko, telah membina rumah tangga selama 24 tahun. Dari pernikahan tersebut, mereka dikaruniai dua putra, yakni Aksa Uyun Dananjaya dan Diksa Naja Naekonang.
Alih-alih terus meratapi kehilangan, Soimah memilih fokus menikmati fase baru dalam kehidupannya. Bahkan, dia mengaku kini mulai bersiap menyambut peran baru sebagai nenek di masa mendatang.
"Sekarang ya sudah mau OTW nenek-nenek," ucapnya.
Editor: Muhammad Sukardi