Kisah Ray Sahetapy Mualaf dan Belajar Islam di Masjid Istiqlal
JAKARTA, iNews.id - Jenazah Ray Sahetapy telah dimakamkan di TPU Tanah Kusir, Jakarta Selatan, Jumat (4/4/2025). Suasana khidmat dan haru menyelimuti prosesi pemakaman yang berlangsung siang hari selepas Sholat Jumat.
Isak tangis keluarga turut mengiringi proses pemakaman mengantar almarhum ke tempat peristirahatan terakhir. Ketiga putranya, Rama, Surya dan Raya turun ke liang lahat untuk memakamkan jenazah ayah mereka.
Sebelum dimakamkan, jenazah disholatkan di Masjid Istiqlal oleh keluarga serta ribuan jamaah usai Sholat Jumat. Surya Sahetapy mengisahkan Masjid Istiqlal punya kesan tersendiri bagi kehidupan ayahnya.
Di masjid tersebut, Ray mengucap kalimat syahadat memeluk agama Islam. Dia belajar agama di sana. Ini diungkap Surya lewat unggahan saat dia mengantar jenazah ayahnya ke TPU Tanah Kusir dengan mobil ambulans.
Ruben Onsu Mualaf, Sarwendah Posting Video Doa Bersama dengan Anak-Anak
"Masjid ini merupakan masjid dimana Ayah dimualafkan pada 1981," tulis unggahan Instagram @suryasahetapy dikutip Sabtu (5/4/2025).
Istri Rama Sahetapy, Merdi pun mengungkapkan hal sama. Dia membagikan potret saat ribuan jemaah hendak mensholatkan jenazah ayah mertuanya.
5 Fakta Ruben Onsu Mualaf, Nomor 4 Bikin Hati Tersentuh
"Ayah menjadi mualaf di Istiqlal, lalu di solatkan untuk terakhir kali di istiqlal. MasyaAllah rame nya pasti seneng ya yah," ujar Merdi.
5 Artis Mualaf saat Ramadhan 2025, Nomor 4 Member Paling Baru!
Setelah masuk Islam Ray Sahetapy menikahi Dewi Yull pada 1981. Mereka dikaruniai empat orang anak.
Namun, pernikahan yang sudah berjalan selama 23 tahun berakhir dengan perceraian pada 2004. Ray Sahetapy kemudian menikah dengan Sri Respatini Kusumastuti pada Oktober 2004.
Difitnah Mualaf karena Ingin Nikah dengan Pejabat, Celine Evangelista Klarifikasi 3 Hal Ini
Sementara itu, Ray Sahetapy meninggal, pada 1 April 2025, pukul 21.04 WIB karena penyakit komplikasi, diabetes dan stroke yang diidapnya dalam beberapa tahun terakhir. Menurut keterangan sang adik, Noudy Sahetapy, aktor 68 tahun itu sempat tiga kali kritis sebelum akhirnya dipanggil Sang Pecipta.
Editor: Dani M Dahwilani