Kenangan Terakhir Reza Arap dan Lula Lahfah Terekam dalam Film Harusnya Horror
JAKARTA, iNews.id - Film Harusnya Horror tak hanya menjadi sajian horor yang dinantikan penonton, tetapi juga menyimpan kenangan emosional bagi Reza Arap Oktovian. Film tersebut menjadi salah satu karya terakhir almarhumah Lula Lahfah sebelum meninggal dunia.
Reza Arap mengenang seluruh proses syuting bersama Lula sebagai momen yang begitu berharga. Dia mengaku tak bisa memilih satu kenangan paling spesial karena setiap detik kebersamaan mereka selama produksi film memiliki makna tersendiri.
"Memori terindah buatku setiap detiknya itu indah. Setiap detik itu harusnya indah," ujar Reza Arap dalam konferensi pers film Harusnya Horror, Senin (20/7/2026).
Menurut Arap, dia dan Lula sama-sama menghargai setiap proses yang mereka lalui selama syuting. Mulai dari pengambilan gambar hingga kebersamaan di lokasi menjadi kenangan yang kini dikenangnya dengan penuh haru.
"Kami berdua benar-benar menghargai setiap waktu, setiap detiknya, setiap menitnya bareng proses syutingnya, semuanya," katanya.
Bagi Arap, kenangan terindah bukan berasal dari satu adegan atau satu kejadian tertentu. Seluruh perjalanan menyelesaikan film tersebut menjadi memori yang akan selalu dia simpan.
Film Harusnya Horror pun memiliki arti yang jauh lebih dalam setelah kepergian Lula Lahfah. Karya tersebut menjadi jejak terakhir yang mempertemukan kebersamaan mereka di layar lebar sekaligus menjadi kenangan bagi seluruh pemain dan kru yang terlibat.
Arap bahkan menyebut hasil akhir film sebagai memori terindah yang ditinggalkan Lula. Menurutnya, karya itu akan selalu mengingatkan pada seluruh proses yang mereka jalani bersama. "Kalau memori terindah ya menurutku itu hasilnya sih. Hasilnya," ucapnya.
Editor: Dani M Dahwilani